THR Jadi Penggerak Ekonomi Musiman, Dongkrak Konsumsi hingga Ujian Inflasi

THR Jadi Penggerak Ekonomi Musiman, Dongkrak Konsumsi hingga Ujian InflasiSurabaya,(DOC) – Tunjangan Hari Raya (THR) tidak lagi sekadar tradisi menjelang Idulfitri.

Di Indonesia, insentif ini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional yang berdampak signifikan meski bersifat musiman.

Bacaan Lainnya

Setiap kali THR cair, aktivitas ekonomi langsung meningkat. Konsumsi rumah tangga melonjak, pusat perbelanjaan dipadati masyarakat, hingga transaksi digital ikut terdongkrak.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Atik Purmiyati, mengatakan THR memberikan dorongan besar terhadap perputaran ekonomi domestik.
“THR menjadi shock positif yang bersifat temporer, tetapi berdampak luas terhadap aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Dorong Konsumsi dan Multiplier Effect

Menurut Atik, peningkatan konsumsi terjadi karena naiknya pendapatan disposabel masyarakat setelah menerima THR. Kelompok berpendapatan menengah ke bawah cenderung langsung membelanjakan tambahan pendapatan tersebut.

Kondisi ini memicu efek berganda atau multiplier effect yang menggerakkan berbagai sektor, mulai dari ritel, makanan dan minuman, transportasi, hingga pariwisata.
“Sebagian besar dana THR digunakan untuk kebutuhan pokok, pakaian, mudik, hingga rekreasi,” jelasnya.

Picu Peluang Usaha Musiman

Momentum THR juga membuka peluang usaha baru. Menjelang Lebaran, berbagai bisnis musiman bermunculan, seperti penjualan kue kering, hampers, pakaian, hingga jasa transportasi.

Usaha berbasis rumah tangga ini dinilai mampu merespons lonjakan permintaan dengan cepat dan fleksibel.
“Tidak sedikit usaha musiman yang kemudian berkembang menjadi bisnis berkelanjutan. Ini menunjukkan THR juga mendorong kewirausahaan,” tambah Atik.

Selain itu, penggunaan layanan digital seperti mobile banking, dompet elektronik, dan e-commerce juga meningkat, sehingga mempercepat inklusi keuangan.
Waspada Inflasi dan Ketimpangan
Di balik dampak positif tersebut, THR juga berpotensi memicu inflasi musiman.

Lonjakan permintaan yang tinggi dalam waktu singkat kerap tidak diimbangi dengan pasokan.
Akibatnya, harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, daging, dan telur cenderung naik.
Faktor lain seperti distribusi yang terganggu dan panic buying masyarakat juga dapat memperparah kenaikan harga.

Baca Juga:  Kabar Gembira, THR PNS Cair 24 Mei

Di sisi lain, manfaat THR belum dirasakan merata. Sebagian pekerja sektor informal tidak menerima THR, sementara sebagian penerima menggunakannya untuk membayar utang.
“Keseimbangan antara dorongan konsumsi dan stabilitas harga menjadi kunci agar manfaat THR optimal bagi perekonomian,” pungkasnya. (ode/r7)

Pos terkait