Surabaya,(DOC) – Peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah mendorong program upskilling dan reskilling agar sumber daya manusia (SDM) Indonesia semakin kompetitif menghadapi tantangan dunia kerja.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Yassierli, saat menghadiri kegiatan Sinergi Pilar Bangsa: Praktik Baik Hubungan Industrial Pancasila di Surabaya.
Menaker: Vokasi Perkuat Daya Saing SDM
Yassierli mengatakan pemerintah terus meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan vokasi dan program pemagangan nasional. Di saat yang sama, pemerintah juga memperkuat hubungan industrial antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja.
“Pengembangan kompetensi dilakukan melalui pelatihan vokasi nasional dan pemagangan nasional. Selain itu, kita masih memiliki pekerjaan rumah untuk membangun hubungan industrial. Contoh praktik baik yang kita lihat di PT HM Sampoerna adalah bagaimana hubungan industrial yang harmonis dapat berkembang menjadi hubungan industrial yang transformatif,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas SDM harus berjalan seiring dengan penguatan hubungan industrial. Langkah tersebut akan menciptakan dunia usaha yang lebih tangguh menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
“Semangatnya adalah membangun daya tahan industri melalui kolaborasi lintas sektor. Saya berharap kegiatan ini menjadi model sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja. Saya juga berharap praktik baik Hubungan Industrial Pancasila dapat menginspirasi perusahaan lain,” katanya.
SKB Perkuat Pengembangan SDM
Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT HM Sampoerna Tbk, Rianto, mengatakan perusahaan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan membangun hubungan kerja yang sehat, adil, dan berkelanjutan.
Menurut Rianto, prinsip tersebut sejalan dengan Falsafah Tiga Tangan Sampoerna. Filosofi itu menekankan keseimbangan manfaat bagi konsumen dewasa, karyawan, mitra usaha, dan masyarakat.
Sebagai bentuk kontribusi terhadap peningkatan kualitas SDM, Sampoerna meluncurkan Sampoerna Karya Bangsa (SKB) pada 2025. Program ini menjadi ekosistem kolaboratif yang mendukung kewirausahaan, pelatihan vokasi, peningkatan keterampilan kerja, hingga pengembangan karier.
“Kami percaya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja merupakan kunci untuk memperkuat hubungan industrial nasional,” ujar Rianto.
Ia berharap SKB mampu memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. Menurutnya, program tersebut juga dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Sampoerna mengembangkan SKB melalui tiga pilar utama, yakni pengembangan kewirausahaan, program pemberdayaan seperti persiapan pra-pensiun dan transisi karier, serta pelatihan vokasi untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja.
Program SKB juga melengkapi dua inisiatif pengembangan SDM yang telah dijalankan perusahaan, yaitu Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) dan Sampoerna Retail Community (SRC).
Melalui program keberlanjutan Sampoerna untuk Indonesia, SETC telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 108 ribu peserta.
Sementara itu, SRC telah memberdayakan lebih dari 250 ribu pelaku UMKM toko kelontong di berbagai daerah di Indonesia.
Rianto menegaskan, berbagai program tersebut menjadi wujud komitmen Sampoerna dalam mendukung peningkatan kualitas SDM Indonesia melalui pelatihan, pemberdayaan, dan pengembangan kewirausahaan yang berkelanjutan. (r7)





