
Jakarta, (DOC) – Industri tepung terigu bukan sekadar urusan memproduksi bahan baku, melainkan motor penggerak jutaan usaha rakyat. Hal ini terungkap saat mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen IPB University melakukan kunjungan akademik ke pabrik Bogasari di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Dalam diskusi intensif selama hampir tiga jam, Kepala Divisi Bogasari, Franciscus Welirang (Franky), membeberkan strategi bisnis perusahaan yang kini telah memasuki usia ke-55 tahun. Di hadapan para mahasiswa doktoral angkatan pertama dan Guru Besar IPB Prof. Jono Mintarto Munandar, Franky menegaskan bahwa kekuatan utama Bogasari terletak pada pemberdayaan masyarakat.
“Hampir 70 persen pelanggan Bogasari merupakan UMKM. Artinya, industri tepung terigu ikut menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Franky, Minggu (5/7/2026).
Sebagai produk antara, tepung terigu memiliki fleksibilitas tinggi untuk dikolaborasikan dengan kearifan pangan lokal. Sentuhan kreativitas inilah yang terbukti mampu mendongkrak nilai ekonomi komoditas pertanian daerah yang sebelumnya biasa saja menjadi produk premium bernilai tinggi.
Franky mencontohkan beberapa UMKM binaan Bogasari yang sukses melakukan inovasi ini, di antaranya kue berbahan salak dari Balikpapan, aneka kue kering berbasis kacang-kacangan dan kopi dari Lombok, mie buah naga dan mi wortel, roti bagelen yang memadukan tepung singkong dengan terigu.
Untuk menjaga ekosistem ini, Bogasari terus bergerak melalui Bogasari Baking Center untuk melatih masyarakat yang ingin merintis usaha makanan. Selain membedah strategi bisnis dan pemberdayaan UMKM, kunjungan lapangan ini juga menjadi ajang pembuktian teori manajemen di ruang kuliah dengan praktik nyata.
Para mahasiswa berkesempatan melihat langsung operasional raksasa pangan ini, mulai dari area laboratorium, lini produksi Mill AB, hingga kawasan dermaga.
Tak hanya itu, tata kelola keberlanjutan (SDGs) Bogasari juga dikupas tuntas, termasuk komitmen hijau mereka dalam pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sistem pemanenan air hujan (rain harvesting), penanaman mangrove, hingga pengelolaan sampah.
Guru Besar Manajemen IPB, Prof. Dr. Ir. Jono Mintarto Munandar, M.Sc., mengaku kunjungan ini memberikan perspektif baru yang sangat berharga bagi mahasiswanya.
“Pengamatan langsung dan diskusi dengan pelaku industri menjadi pengalaman yang sangat kaya. Kami berharap kerja sama mempertemukan teori dan praktik dunia industri seperti ini terus berlanjut,” pungkasnya.





