Surabaya, (DOC) – Pemkot Surabaya kembali meraih penghargaan bergengsi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) Republik Indonesia. Kali ini, Pemkot Surabaya mendapatkan penghargaan sebagai Kota Penyelenggara Inovasi Pelayanan Publik Terbaik Tahun 2024.
Penghargaan tersebut di serahkan langsung oleh Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Ikhsan. Acara penyerahan berlangsung di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jakarta Selatan, pada Selasa (8/10/2024). Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas peningkatan kualitas pelayanan publik di berbagai daerah, termasuk Surabaya.
Sekda Ikhsan menyebut penghargaan tersebut mencerminkan komitmen Pemkot Surabaya dalam memberikan layanan berdampak bagi masyarakat.
“Saya berterima kasih kepada seluruh ASN dan jajaran Pemkot Surabaya yang selalu siap memberikan inovasi pelayanan publik. Inovasi ini membawa dampak nyata, seperti penurunan angka stunting, pengangguran, dan kemiskinan,” ujar Ikhsan pada Kamis (10/10/2024).
Ikhsan menjelaskan, Pemkot Surabaya menerapkan kebijakan “One Job One Innovation.” Setiap Perangkat Daerah (PD) di dorong untuk terus berinovasi. Saat ini, Pemkot Surabaya telah memiliki sekitar 1.700 inovasi pelayanan publik.
“Inovasi ini hadir di berbagai level, mulai dari Sekda hingga kelurahan. Setelah di luncurkan, kami terus memantau perkembangan dan keberlanjutannya,” jelasnya.
Banyak Inovasi dan Pengembangan
Ikhsan menambahkan, banyak inovasi merupakan pengembangan dari program yang sudah ada.
“Kami selalu mendorong adanya pembaruan untuk setiap inovasi yang sudah berjalan,” tambahnya.
Menurutnya, pembaruan dan keberlanjutan adalah indikator utama dalam penilaian penghargaan ini. Termasuk partisipasi pegawai dalam menciptakan inovasi, cara menyebarkannya, dan umpan balik masyarakat.
“Kami selalu memotivasi setiap OPD untuk menghasilkan inovasi pelayanan publik yang berdampak nyata,” jelas Ikhsan.
Ia berharap pencapaian ini menjadi motivasi bagi Pemkot Surabaya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Juga, berkomitmen mewujudkan kesejahteraan melalui layanan yang mudah diakses.
“Semoga ke depan akan ada lebih banyak inovasi untuk semua lapisan masyarakat,” tutupnya.
Sebagai informasi tambahan, inovasi Command Center 112 Surabaya sebelumnya dijadikan contoh di Ibu Kota Nusantara (IKN). Beberapa program lain seperti padat karya, kampung iklim, transportasi berkelanjutan, pengolahan sampah terpadu, dan Surabaya Single Window masuk dalam tiga besar penilaian I-SIM for Cities 2024. (r6)






