Lonjakan Bencana di Jatim, BPBD Gerakkan Relawan

Lonjakan Bencana di Jatim, BPBD Gerakkan RelawanSurabaya,(DOC) – Tren bencana di Jawa Timur (Jatim) mengalami dinamika drastis dalam beberapa tahun terakhir. Setelah mengalami penurunan pada 2021 hingga 2023, jumlah kejadian justru melonjak tajam pada tahun 2024 kemarin.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, tercatat 310 kejadian bencana pada tahun 2021. Angka ini menurun menjadi 244 pada tahun 2022 dan kembali turun menjadi 118 pada 2023. Namun, di tahun 2024 tercatat terjadi lonjakan yang signifikan dengan jumlah sebanyak 393 kejadian.

Bacaan Lainnya

“Selain jumlah kejadian yang meningkat, jumlah korban juga bertambah dari 6 orang menjadi 26 orang,” ungkap Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, Senin(24/2/2025).

Ia menyoroti semakin rawannya kondisi lingkungan di Jatim yang memicu bencana seperti banjir, banjir bandang, longsor, dan tanah gerak. Tak heran jika permintaan survei pemetaan tanah gerak dari berbagai daerah meningkat tajam.

Sebagai respons, BPBD Jatim bersama Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) menggelar Rapat Koordinasi selama dua hari. Sebanyak 80 organisasi relawan dari berbagai daerah se-Jatim turut serta dalam pertemuan ini.

Plt Kabid PK, Dadang Iqwandy, mengajak para relawan untuk turun langsung melakukan aksi bersih-bersih sungai dan penanaman pohon.

Upaya tersebut sebagai langkah nyata dalam melakukan mitigasi bencana.

Aksi ini juga menjadi bagian dari persiapan menyambut peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang akan berlangsung pada bulan Oktober 2025 mendatang.(wafik/r7)

Baca Juga:  Jatim Siapkan Karpet Merah untuk Investor: Inklusif, Aman, dan Bebas Premanisme!

Pos terkait