Tidur Siang Jadi Primadona di SMK Muhammadiyah 2 Surabaya

Program Tidur Siang Jadi Primadona di SMK Muhammadiyah 2 Surabaya
Foto: Siswi SMK Muhammadiyah 2 Surabaya Tidur Sianghttp://Program Tidur Siang Jadi Primadona di SMK Muhammadiyah 2 Surabaya

Surabaya,(DOC) – Program tidur siang selama satu jam yang di terapkan di SMK Muhammadiyah 2 Surabaya telah berjalan selama tiga tahun dan menjadi favorit di kalangan siswa.

Program ini pertama kali di gagas oleh Kepala SMK Muhammadiyah 2 Surabaya, Hj. M. Mas’ulah, S.T., M.M., setelah melakukan studi banding ke China pada tahun 2016 lalu.

Bacaan Lainnya

Menurut Mas’ulah, di negara China, baik siswa maupun guru terbiasa tidur sejenak di kursi masing-masing yang telah di desain khusus setelah bel berbunyi.

Terinspirasi dari kebiasaan tersebut, pada 29 Juli 2020 lalu, ia memulai program tidur siang di sekolahnya. Namun, pelaksanaan program ini sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 dan baru kembali di terapkan pada Juli 2022. Setelah status pandemi berubah menjadi endemi.

“Program tidur siang ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi peserta didik pada siang hari dengan tidur selama satu jam setelah salat Dzuhur,” ujar Mas’ulah, Selasa(25/2/2025).

Selama waktu istirahat tidur, siswa laki-laki di tempatkan di aula. Sementara siswa perempuan beristirahat di ruang kelas masing-masing.

Mereka juga di perbolehkan membawa bantal kecil untuk menambah kenyamanan.

Para siswa pun menyambut program ini dengan antusias. Mereka merasa lebih segar setelah tidur sejenak di siang hari.

“Awalnya, saya merasa aneh dengan program ini. Tapi setelah di jalani, ternyata tidur siang membantu saya lebih fokus saat pelajaran setelahnya,” ujar salah satu siswa.

Dengan manfaat yang di rasakan oleh siswa dan guru, program tidur siang ini kini menjadi salah satu kebijakan unggulan di SMK Muhammadiyah 2 Surabaya.

Pihak sekolah juga terus melakukan evaluasi. Agar program ini berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh siswa.(wafik/r7)

Baca Juga:  12.440 Orang Tua di Surabaya Diwisuda, Eri Cahyadi: Keluarga Harmonis, Kunci Kota Sejahtera

Pos terkait