Surabaya, (DOC) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berinovasi untuk meningkatkan minat baca, terutama di kalangan Generasi Z. Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip), mereka menyiapkan Virtual Reality (VR) Corner di Perpustakaan Balai Pemuda. Kepala Dispusip Surabaya, Mia Santi Dewi, menyampaikan rencana ini dalam paparan inovasi pejabat struktural. Presentasi tersebut berlangsung di Ruang Sidang Wali Kota pada Senin (10/3/2025). Menurutnya, perpustakaan saat ini bukan sekadar tempat membaca atau meminjam buku. Perannya berkembang menjadi pusat informasi, penelitian, dan ruang komunitas.
Lima Inovasi Baru dari Dispusip
Untuk menjawab tantangan ini, Dispusip meluncurkan lima inovasi:
1. Virtual 3D Susur Sungai Kalimas
Inovasi ini menghadirkan pengalaman wisata Sungai Kalimas secara virtual melalui aplikasi Dispusip Virtual. Warga yang belum sempat berkunjung tetap bisa menikmati keindahan sungai ini dalam bentuk digital.
2. Ensiklopedia Tematik Surabaya
Setiap tahun, Dispusip akan menyusun ensiklopedia tematik tentang sejarah dan arsip Kota Surabaya. Salah satu fokusnya adalah perkembangan transportasi di Kota Pahlawan. Ensiklopedia ini menjadi referensi akademik sekaligus bahan pustaka bagi masyarakat.
3. VR Corner di Perpustakaan Balai Pemuda
Fasilitas ini menawarkan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi anak muda. Pengunjung dapat menikmati konten sejarah dan budaya Surabaya melalui simulasi virtual yang interaktif.
4. Aplikasi BANPUSBOYO
Aplikasi ini membantu standarisasi perpustakaan serta pembinaan akreditasi. Dengan fitur pengajuan akreditasi daring, pendataan menjadi lebih cepat dan efisien.
5. Rebranding Perpustakaan Rungkut
Dispusip berencana merenovasi Perpustakaan Rungkut dengan tampilan baru dan fasilitas tambahan. Nantinya, perpus ini akan memiliki ruang khusus lansia dan disabilitas, mini teater, serta area sains dan teknologi. Renovasi ini di ajukan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025 dan di harapkan terealisasi pada 2026.
“Kami ingin perpustakaan lebih menarik bagi anak muda. Dengan teknologi ini, mereka bisa belajar sejarah dengan cara yang lebih modern,” kata Mia. (r6)





