Gus Kautsar Meriahkan Puncak Ramadan Vaganza 2025 di Balai Kota Surabaya

Gus Kautsar Meriahkan Puncak Ramadan Vaganza 2025 di Balai Kota Surabaya
Gus Kautsar Meriahkan Puncak Ramadan Vaganza 2025 di Balai Kota Surabaya

Surabaya, (DOC) – Tabligh akbar bersama Gus Kautsar menjadi puncak acara “QRIS Bank Jatim Ramadan Vaganza 2025″ yang di gelar di halaman Balai Kota Surabaya, Minggu malam (23/3/2025). Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Surabaya dan Suara Surabaya Media. Kegiatan telah berlangsung sejak Rabu (19/3/2025), menghadirkan beragam agenda selama bulan Ramadan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pelaku UMKM di Surabaya.

Bacaan Lainnya

“Ini bagian dari upaya nyata Suara Surabaya membantu pemerintah menggerakkan ekonomi lokal,” ujar Eri.

Ia juga mengapresiasi dukungan Bank Jatim, Bank Indonesia, serta lembaga lain yang terlibat dalam acara ini. Lebih lanjut, Eri menekankan pentingnya peran media dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Tanpa dukungan media, menurutnya, percepatan ekonomi sulit tercapai.

“Media menjadi bagian penting dalam menggerakkan perekonomian,” tambahnya.

Eri lalu menyampaikan capaian ekonomi Surabaya pada 2024 yang tumbuh 5,76 persen. Angka ini melebihi pertumbuhan nasional dan Jawa Timur. Namun, ia menyadari tantangan ke depan. Pemerintah pusat menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah bisa mencapai 8 persen.

“Untuk itu, kami butuh kolaborasi dari semua elemen kota. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” tegasnya.

Harapan Ramadan Vaganza ke Depan

Ia berharap Ramadan Vaganza bisa di gelar lagi tahun depan, dengan durasi yang lebih panjang. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan yang di nanti warga.

“Orang-orang bisa tahu, ngabuburit seru ya di Balai Kota, di Ramadan Vaganza,” katanya.

Di sisi lain, Gus Kautsar dalam ceramahnya mengingatkan pentingnya menghargai bulan Ramadan. Menurutnya, Ramadan adalah bulan penuh ampunan dan keberkahan.

“Ramadan di sebut juga Syahrul Puasa dan Syahrus Shabr, bulan yang mengajarkan kesabaran,” ujarnya.

Baca Juga:  Bazaar Al-Madinah Masjid Al-Akbar Surabaya Raup Omzet Lebih Rp600 Juta, Pertamina Patra Niaga Dukung UMKM lewat Bright Gas

Ia mengajak umat Islam memanfaatkan Ramadan untuk membersihkan diri dari dosa. Sebab, kata Nabi Muhammad SAW, celaka orang yang melewati Ramadan tapi tak mendapat ampunan.

“Jangan sampai kita jadi hamba yang merugi. Bertemu Ramadan, tapi tidak berubah,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso ini.

Gus Kautsar menutup tausiyahnya dengan doa agar umat Islam mendapat kemurahan dan rahmat Allah selama Ramadan.

“Semoga kesalahan kita di hapus, dan di ganti dengan amal-amal baik,” tutupnya. (r6)

Pos terkait