
Surabaya, (DOC) – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) Group sukses mencatatkan lonjakan fantastis pada sektor petikemas Internasional yang meroket sepanjang Januari – Mei 2026.
Pada periode ini, arus petikemas internasional di Terminal Petikemas (TPK) Teluk Lamong melesat tajam menjadi 238.282 TEUs, hampir dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 124.829 TEUs. Secara keseluruhan, total throughput TTL Group terkerek naik 13 persen dengan menyentuh angka 1.205.540 TEUs.
Meningkatnya, angka perdagangan internasional ini dipicu oleh banjirnya kunjungan kapal luar negeri. Selama lima bulan pertama tahun 2026, TPK Teluk Lamong sukses melayani 15 kapal petikemas internasional adhoc. Fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa efisiensi dan keandalan operasional terminal ini kian diakui di level global.
Secara spesifik, TPK Teluk Lamong memberikan kontribusi pertumbuhan terbesar dengan total capaian 448.966 TEUs, atau naik 25 persen dibandingkan tahun lalu.
“Pertumbuhan kinerja hingga Mei 2026 menunjukkan strategi operasional yang kami jalankan berada pada jalur yang tepat,” ungkap Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (27/6/2026).
David menjelaskan, performa impresif ini merupakan buah manis dari transformasi digital, disiplin planning and control, peningkatan keandalan alat, serta komitmen penuh pada keselamatan kerja.
Catatan positif tidak hanya milik sektor internasional. Arus logistik domestik di bawah TTL Group juga bergerak progresif. TPK Nilam mencatatkan pertumbuhan 20 persen dengan torehan 221.807 TEUs.
Lompatan performa di TPK Nilam ini dipicu oleh jurus inovasi bernama Express Anchorage Zone Service (EAZI). Program hasil sinergi dengan KSOP Utama Tanjung Perak dalam Penataan Zona Labuh 2 Surabaya ini terbukti ampuh memangkas waktu tunggu kapal. Alhasil, proses perpindahan kapal dari area labuh menuju dermaga menjadi jauh lebih kilat, efisien, dan mendongkrak frekuensi kunjungan kapal (ship call).
Sementara itu, urat nadi logistik menuju Indonesia bagian timur dipasok kuat melalui TPK Berlian yang membukukan throughput tertinggi sebesar 534.767 TEUs (naik 1 persen).
Meski diguyur lonjakan muatan, TTL Group emoh berkompromi soal keselamatan. Guna mengimbangi produktivitas yang tinggi, perusahaan menggebrak lewat Safety Improvement Program sejak Maret 2026.
Langkah ini memperketat urusan Safety Induction, pemenuhan Minimum Safety Requirement, hingga penerapan Terminal Sterilization demi memastikan aktivitas bongkar muat bebas dari risiko kecelakaan kerja.
Menatap semester II 2026, TTL Group optimistis tren pertumbuhan ini akan terus terjaga. Targetnya jelas: memperluas jaringan pelayaran domestik maupun internasional, memangkas biaya logistik nasional, sekaligus mengokohkan posisi Jawa Timur sebagai hub logistik internasional yang modern dan berkelanjutan.





