
Surabaya, (DOC) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Halal Bihalal Keluarga Besar Yayasan Taman Pendidikan Khadijah, Rabu (9/4), di Aula Khadijah, Surabaya. Acara ini berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, di hadiri pengurus yayasan, guru, dan siswa SMP–SMA Khadijah.
Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan rasa syukur atas prestasi siswa SMA Khadijah yang di terima di perguruan tinggi negeri tanpa tes. Tahun ini, sebanyak 33 siswa berhasil lolos, mayoritas ke ITS dan Universitas Airlangga.
Menurut Khofifah, keberhasilan ini mencerminkan kualitas pendidikan yang seimbang antara prestasi akademik dan pembentukan karakter. Ia menegaskan, pendidikan di Khadijah tidak hanya mengedepankan capaian nilai, tetapi juga proses transfer of attitude atau pembentukan sikap dan akhlak.
Ia juga menyinggung bahwa Yayasan Khadijah bukan sekadar terafiliasi, melainkan milik penuh Nahdlatul Ulama (NU). Sejak berdiri pada 1953, pengelolaan yayasan langsung berada di bawah keputusan PBNU.
Pengembangan Unit Pendidikan
Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan pengembangan unit pendidikan di bawah yayasan. Hal ini, termasuk pembangunan pesantren putra dan rencana pengembangan pesantren putri serta boarding school di lahan seluas 14,5 hektar di Rungkut, Surabaya. Saat ini, unit PAUD hingga SD telah beroperasi. SMP baru saja memulai tahun ajaran pertamanya.
“Total, kita sudah punya lima unit lembaga pendidikan dan enam panti asuhan,” ujarnya.
Di sisi lain, Khofifah juga menyinggung kekosongan pimpinan Yayasan Khadijah pasca wafatnya Prof. Dr. Ridwan Nashir. Ia mendorong agar segera di bentuk tim untuk mencari pengganti dan meminta seluruh civitas yayasan tetap menjaga semangat pengabdian.
“Jangan ada yang mengendur. Tetap luruskan niat dan kuatkan kembali semangat. Kita semua harus kembali menyatu dalam semangat Hadratusy Syech KHM. Hasyim Asy’ari,” tegasnya.
Sebagai penutup, Khofifah membagikan buku “Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari: Pemersatu Umat Islam Indonesia” karya KH. Abdul Hakim Mahfudz kepada para siswa.
Acara Halal Bihalal juga di isi dengan saling bersalaman antara Gubernur, pimpinan yayasan, kepala sekolah, guru, dan karyawan.
Sementara itu, Pembina Yayasan Khadijah, Masruroh Wachid, menyampaikan bahwa Halal Bihalal adalah tradisi khas Indonesia yang mengandung nilai luhur. Ia menyebut tradisi ini tak ditemukan di negara muslim lain, dan bersumber dari Surat Ali Imran ayat 133–134.
“Insyaallah adat riyayan akan sempurna karena kita saling memaafkan,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan Pemprov Jatim terhadap Yayasan Khadijah. Ia mengingatkan bahwa sekolah ini telah berdiri sejak 1961 dan awalnya dikhususkan untuk pendidikan perempuan.
“Alhamdulillah, pada 15 Juni 2007, SMA Khadijah resmi di tetapkan sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Terima kasih atas dukungan semua pihak,” tutupnya. (r6)





