Surabaya,(DOC) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) menggandeng Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur dalam program Inkubasi Wirausaha Mandiri dan Pembinaan UPPKA yang menyasar ibu-ibu akseptor KB di Kecamatan Wonokromo.
Program ini resmi di buka oleh Kepala DP3APPKB, Ida Widayati, di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ), Sabtu (12/4/2025). Pelatihan akan berlangsung selama April hingga Agustus 2025. Dalam 14 pertemuan intensif, mencakup pengelolaan usaha, laporan keuangan, pengemasan produk, legalitas, hingga strategi pemasaran digital.
“Kami dampingi dari awal hingga akhir. Yang belum punya usaha akan kami bantu merintis, yang sudah jalan akan kami bantu naik kelas,” ujar Ida penuh semangat.
Camat Wonokromo, Maria Agustin Yuristina, berharap pelatihan Pemkot dan UPN kepada Ibu-ibu Wonokromo ini, bisa menjadi titik balik bagi pelaku usaha perempuan di wilayahnya.
“Ini peluang emas. Saya harap semua peserta serius dan konsisten ikut hingga tuntas,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pusat Riset Ekonomi, Sosial dan Humaniora UPN Veteran Jatim, Prof. Dr. Dra. Ignatia Martha H., ME, menyebut tema program tahun ini adalah “Innovation and Scale Up”, dengan target peningkatan pendapatan peserta hingga Rp 4 juta per bulan.
“Kami ingin para UMKM ini masuk ke ekosistem digital, bahkan berdaya saing global,” katanya.
Sebagai bukti nyata, hadir pula Luluk Ainiyah, alumni program dari UMKM Cibuyam yang berbagi kisah sukses menembus pasar ekspor.
“Kami ini ibu-ibu beruntung. Ilmu yang di berikan betul-betul berdampak besar bagi usaha kami,” ungkapnya.
Program ini menandai semangat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga, dimulai dari Wonokromo, menuju pasar global.(r7)





