205 Koperasi Merah Putih Diresmikan di Lumajang

205 Koperasi Merah Putih Diresmikan di LumajangLumajang,(DOC) – Kabupaten Lumajang telah merealisasikan koperasi di 198 desa dan 7 kelurahan, mencerminkan komitmen penuh terhadap pemerataan ekonomi dan kemandirian pangan nasional. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag), Muhammad Ridha, melalui Kabid Perdagangan dan Metrologi Legal, Dadang Arifin Prestiawan, menegaskan bahwa koperasi ini bukan sekadar badan usaha, tetapi motor penggerak ekonomi kerakyatan.

“Koperasi Merah Putih ini di arahkan untuk mendukung swasembada pangan dan pemerataan pembangunan sebagai bagian dari Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045,” jelas Dadang, Kamis (22/5/2025).

Bacaan Lainnya

Setiap koperasi disesuaikan dengan karakteristik lokal, baik berbentuk koperasi konsumen maupun produktif. Di wilayah pertanian, misalnya, koperasi akan fokus pada penyediaan pupuk dan alat pertanian. Sementara koperasi konsumen dirancang untuk melayani kebutuhan harian masyarakat lewat gerai sembako, klinik desa, apotek, hingga unit simpan pinjam.

Menurut Dadang, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci. “Warga yang rutin belanja di koperasi akan mendapat bagian SHU sesuai kontribusinya. Ini wujud keadilan ekonomi berbasis gotong royong,” ujarnya. Ia berharap koperasi ini dapat menjadi solusi langsung atas berbagai tantangan di tingkat desa.

Dukungan juga datang dari Kepala Desa Purwosono, Hendrik Dwi Martono, yang menilai program ini sangat potensial meski memiliki tantangan. “Kami siap menyukseskan program ini, meski butuh sinergi antara sistem pusat dan program lokal,” katanya.

Hal senada di ungkapkan Kepala Desa Klanting, Hadi Sofyan, yang berharap koperasi menjadi penyokong utama UMKM. “Kami mulai merekrut pelaku UMKM sebagai anggota koperasi agar mereka dapat mengakses bantuan dan pinjaman usaha,” ungkapnya.

Dengan dukungan kuat dari pemerintah daerah dan desa, serta keterlibatan aktif masyarakat, Koperasi Merah Putih di harapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.(imam)

Pos terkait