Bertemu Keluarga Bung Hatta, Sufmi Dasco Tegaskan Koperasi Adalah Masa Depan Ekonomi

Bertemu Keluarga Bung Hatta, Sufmi Dasco Tegaskan Koperasi Adalah Masa Depan Ekonomi Jakarta,(DOC) – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar peninggalan sejarah. Menurutnya, koperasi justru merupakan solusi masa depan bagi perekonomian nasional. Hal ini ia sampaikan saat mengunjungi kediaman keluarga Bung Hatta, Proklamator yang juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Dasco bertemu langsung dengan Meutia Farida Hatta, putri Bung Hatta, dan Prof. Dr. Sri Edi Swasono, Ketua Umum Majelis Luhur Tamansiswa. Keduanya menyambut baik niat Sufmi Dasco untuk menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatan melalui koperasi.

Bacaan Lainnya

“Koperasi adalah warisan ideologis Bung Hatta yang tetap relevan. Di masa depan, inilah model ekonomi yang berpihak kepada rakyat,” ujar Dasco.

Barata Sambut Positif Dukungan Politik

Koperasi Barisan Alumni Tamansiswa Nusantara (Barata) menilai kunjungan ini sebagai sinyal kuat dari parlemen. Ketua Barata, Indria Febriansyah, menyampaikan apresiasi atas perhatian elite politik terhadap gerakan koperasi.

“Pak Dasco menunjukkan bahwa koperasi mendapat tempat dalam agenda nasional. Kami melihat ini sebagai momentum penting,” ungkap Indria.

Selain itu, Barata mengajak seluruh jaringan alumni Tamansiswa untuk ikut memperkuat gerakan koperasi sebagai sarana pemerataan ekonomi. Menurut Indria, pendekatan ini sejalan dengan ajaran Ki Hadjar Dewantara yang menekankan kemandirian dan kebersamaan.

Lima Program Utama Koperasi Desa Merah Putih

Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional, program Koperasi Desa Merah Putih menawarkan lima pilar transformasi ekonomi desa. Barata mendukung penuh implementasinya.

  1. Lumbung Pangan Rakyat (LPR)
    Koperasi desa membeli langsung hasil tani warga, menyimpannya di gudang bersama, lalu mendistribusikannya dengan harga adil. Dengan cara ini, petani memperoleh kepastian harga dan akses pasar.
  2. Rumah Produksi Bersama (RPB)
    Koperasi mendirikan fasilitas produksi lokal untuk mengolah bahan baku menjadi produk siap jual. Produk-produk ini kemudian dipasarkan melalui kanal digital milik koperasi.
  3. Tabungan dan Kredit Usaha Rakyat Mandiri (TAKURMA)
    Anggota koperasi dapat mengakses modal usaha berbunga rendah. Dana dikelola secara transparan dan diputuskan melalui musyawarah anggota.
  4. Sekolah Koperasi Rakyat (SKR)
    Program ini melatih warga desa tentang manajemen usaha, literasi keuangan, dan prinsip koperasi. Modul disusun berdasarkan ajaran Bung Hatta dan Ki Hadjar Dewantara.
  5. Digitalisasi Koperasi
    Koperasi memanfaatkan aplikasi digital untuk mencatat transaksi, melacak inventaris, dan memasarkan produk. Dengan demikian, transparansi dan efisiensi meningkat.
Baca Juga:  Harkopnas ke-78, Wali Kota Eri Dorong Koperasi Penuhi Kebutuhan Warga hingga Level RT

Kolaborasi Negara dan Rakyat Adalah Kebutuhan

Indria menyampaikan bahwa koperasi bukan hanya alat ekonomi, melainkan juga simbol perjuangan kolektif rakyat Indonesia. Oleh karena itu, Barata menyerukan agar pemerintah dan masyarakat membangun kembali kepercayaan terhadap sistem ekonomi berbasis gotong royong.

“Koperasi adalah alat perjuangan. Jika pemerintah memberikan dukungan politik, maka rakyat akan menjawab dengan partisipasi penuh,” tegasnya.

Sementara itu, Barata juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal agenda ini di tingkat desa. Dengan kerja sama lintas sektor, Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi model baru dalam mewujudkan keadilan sosial.(r7)

Pos terkait