OJK Paparkan Roadmap Dana Pensiun 2024–2028

OJK Paparkan Roadmap Dana Pensiun 2024–2028

Surabaya,(DOC)Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur menggelar Evaluasi Kinerja Dana Pensiun Tahun 2025 dengan tema “Peningkatan Kinerja Dana Pensiun Melalui Rencana Bisnis yang Responsif Terhadap Perubahan Ekonomi.” Kegiatan ini di hadiri oleh jajaran pimpinan Direktorat Pengawasan OJK Jawa Timur, Ekonom Ahli Bank Indonesia Jawa Timur, serta pengurus, pengawas, dan pegawai Dana Pensiun dari berbagai wilayah.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 yang mewakili Kepala Kantor OJK Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa forum evaluasi ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat ketahanan industri dana pensiun. Ia menjelaskan bahwa OJK tengah menjalankan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Dana Pensiun 2024–2028 yang berfokus pada empat pilar. Pilar tersebut meliputi penguatan daya saing industri, pengembangan ekosistem, akselerasi transformasi digital, serta optimalisasi regulasi, pengawasan, dan perizinan.

“Kami berharap Dana Pensiun tidak hanya berperan sebagai penyedia manfaat pensiun, tetapi juga sebagai investor institusional yang membantu pembiayaan jangka panjang bagi perekonomian nasional,” ujar Nasirwan, Rabu (26/11).

Kondisi Dana Pensiun Jatim

Sementara itu, Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2 OJK Jawa Timur, Asep Hikayat, memaparkan kondisi terbaru Dana Pensiun di wilayah Jawa Timur. Hingga September 2025, terdapat 10 lembaga Dana Pensiun yang aktif dengan total aset mencapai Rp4,55 triliun. Mayoritas aset tersebut di tempatkan pada instrumen investasi, khususnya Surat Berharga Negara.

Asep menjelaskan bahwa sejumlah indikator keuangan, seperti aset neto, investasi, ROI, ROA, dan rasio pendanaan telah mendekati target Rencana Bisnis 2025. Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan. Tantangan tersebut mencakup perlunya peningkatan aset, keterbatasan SDM, penguatan tata kelola, dan percepatan digitalisasi.

“Pertumbuhan Dana Pensiun melambat akibat volatilitas pasar. Keterbatasan SDM, manajemen risiko yang belum optimal, dan kebutuhan transformasi digital harus segera diatasi agar industri lebih adaptif,” jelasnya.

Baca Juga:  Jawa Timur Raih Championship TP2DD Jawa–Bali dalam PTBI 2025

Pertumbuhan Ekonomi Jatim

Pada kesempatan yang sama, Ekonom Ahli Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, M. Barik Bathaluddin, menjelaskan bahwa ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,22% pada triwulan III 2025. Pertumbuhan ini terutama di topang oleh peningkatan investasi dan konsumsi pemerintah. Ia menyebut bahwa meskipun sektor jasa keuangan mengalami perlambatan, industri dana pensiun masih memiliki ruang tumbuh melalui strategi pengelolaan aset yang lebih inovatif.

“Pengelolaan investasi yang tepat menjadi kunci menjaga nilai aset, memenuhi kewajiban kepada peserta, dan mempertahankan stabilitas di tengah dinamika pasar,” ujarnya. (r6)

Pos terkait