Pertamina Patra Niaga Resmi Tutup Satgas Nataru 2025/2026

Pertamina Patra Niaga Resmi Tutup Satgas Nataru 2025/2026

Jakarta,(DOC) – Pertamina Patra Niaga secara resmi menutup pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 pada 11 Januari 2026. Penutupan ini menandai berakhirnya masa siaga pengamanan distribusi energi yang berlangsung sejak periode arus mudik hingga arus balik libur akhir tahun.

Bacaan Lainnya

Selama masa Satgas, Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan energi berjalan aman dan lancar di seluruh wilayah operasional, termasuk di Jawa Timur. Kondisi mobilitas masyarakat di provinsi ini juga terpantau kondusif. Berdasarkan data Polda Jawa Timur, angka kecelakaan lalu lintas selama periode Nataru tercatat menurun di bandingkan tahun sebelumnya.

Selain pengaturan lalu lintas yang efektif, tersedianya fasilitas pendukung perjalanan seperti rest area serta pasokan energi yang terjaga di nilai berkontribusi menekan risiko kecelakaan selama libur panjang Natal dan Tahun Baru.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga kelancaran layanan energi selama masa Satgas. Ia menjelaskan, konsumsi LPG di Jawa Timur mengalami peningkatan sebesar 4,2 persen di bandingkan kondisi normal.

Sementara itu, konsumsi BBM jenis gasoline dan Avtur tercatat relatif stabil dan berada pada kisaran rata-rata harian. Adapun konsumsi gasoil mengalami penurunan seiring berkurangnya aktivitas industri selama masa libur.

“Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, Hiswana Migas, hingga rekan media. Apresiasi juga kami berikan kepada seluruh tim Pertamina yang siaga penuh, serta keluarga mereka yang mendukung kelancaran operasional selama Satgas berlangsung,” ujar Yudha, Kamis (22/1).

Satgas Nataru 2025/2026 di gelar lebih panjang di bandingkan tahun sebelumnya, yakni sejak 13 November 2025. Satgas ini bertugas memastikan distribusi BBM, LPG, dan Avtur tetap aman dan andal di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat pada momen Natal dan Tahun Baru.

Baca Juga:  KAI Daop 8 Surabaya Perbaiki Tiga Perlintasan Sebidang, Terapkan Buka Tutup Jalan pada Malam Hari

Kondisi Aman

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa selama masa Satgas, ketahanan stok energi berada dalam kondisi aman. Ketahanan stok BBM, LPG, dan Avtur tercatat berkisar antara 8 hingga 15 hari, tergantung jenis produk dan wilayah.

Untuk mendukung distribusi di Jawa Timur, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengoperasikan enam terminal BBM (fuel dan integrated terminal), 1.010 SPBU, 33 SPBUN, 961 agen LPG, serta lima Aviation Fuel Terminal. Seluruh operasional di pantau melalui sistem monitoring yang beroperasi 24 jam.

Selain pengamanan pasokan energi, Pertamina Patra Niaga juga menghadirkan layanan tambahan melalui Serambi MyPertamina. Jawa Timur menjadi salah satu wilayah penyelenggara layanan ini, dengan lokasi di SPBU KM 66A Malang–Pandaan dan Bandara Internasional Juanda.

Serambi MyPertamina menyediakan berbagai fasilitas gratis bagi masyarakat, mulai dari area istirahat, hiburan, layanan potong rambut dan perawatan, kursi pijat, layanan kesehatan, ruang menyusui, musala, kids corner, hingga permainan konsol. Pengunjung juga dapat menikmati promo penukaran poin MyPertamina dengan berbagai merchandise.

Ahad menegaskan, hasil evaluasi pelaksanaan Satgas Nataru 2025/2026 akan menjadi dasar perbaikan dan penyempurnaan strategi distribusi energi ke depan.

“Kami akan terus meningkatkan keandalan layanan, terutama di wilayah dengan tantangan geografis dan potensi lonjakan konsumsi, agar kebutuhan energi masyarakat selalu terpenuhi,” pungkasnya. (r6)

Pos terkait