Heboh! Menu MBG di SDN Madurejo 02 Lumajang Diduga Ada Belatung di Ayam Tepung

Heboh! Menu MBG di SDN Madurejo 02 Lumajang Diduga Ada Belatung di Ayam TepungLumajang,(DOC) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi sorotan setelah siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Madurejo 02, Kecamatan Pasirian, menemukan diduga belatung pada lauk ayam goreng tepung, Kamis (7/5/2026).

Video penemuan itu langsung beredar di media sosial dan memicu perhatian publik. Dalam rekaman video, seorang guru terdengar meminta petugas menghentikan pembagian makanan dan menarik seluruh menu MBG setelah muncul dugaan ulat pada lauk ayam.

Bacaan Lainnya

Siswa kelas 4 pertama kali menemukan dugaan ulat tersebut saat sekolah membagikan makanan usai kegiatan olahraga di luar ruangan. Saat itu, siswa kelas lain belum menerima makanan.

Mamat, siswa kelas 5 SDN Madurejo 02, mengatakan menu MBG hari itu berupa ayam goreng tepung. Namun para siswa batal menyantap makanan setelah menemukan dugaan ulat pada salah satu ompreng.

“Menu MBG hari ini ayam, tapi tidak sempat di makan, ada ulatnya,” ujar Mamat.

Menurut Mamat, petugas baru membagikan makanan kepada siswa kelas 4 sebelum akhirnya menghentikan distribusi.

“Cuma kelas 4 yang di bagikan, terus ada belatungnya. Yang lain belum dibagikan,” katanya.

Ia juga menyebut kejadian tersebut baru pertama kali terjadi sejak program MBG berjalan di sekolahnya.

“Baru kali ini,” imbuhnya.

SPPG Langsung Tarik Seluruh Menu

Kepala SPPG Yayasan Berkah Berlian Jaya, Jessica, membenarkan adanya laporan dugaan ulat dalam salah satu ompreng makanan yang pihaknya kirim ke sekolah tersebut.

“Di salah satu ompreng yang kami distribusikan di SDN 02 Madurejo ditemukan ada ulat di ayamnya,” kata Jessica.

Jessica memastikan temuan itu hanya muncul pada satu ompreng milik seorang siswa. Ia juga memastikan menu lain tetap dalam kondisi aman.

“Kami langsung datang ke lokasi untuk memastikan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah bahwa hanya ompreng itu saja yang terdapat ulat di ayamnya,” jelasnya.

Baca Juga:  Nilai SAKIP Meningkat, Wabup Minta Program Pemerintah Bermanfaat Untuk Masyarakat

Sebagai langkah antisipasi, pihak SPPG langsung menarik seluruh makanan yang sudah terkirim ke sekolah untuk menjalani pemeriksaan ulang.

“Menu yang kami distribusikan langsung kami tarik kembali. Setelah kami cek ulang, memang tidak di ketemukan lagi pada menu lainnya,” ungkap Jessica.

Jessica menambahkan, beberapa siswa sempat mengonsumsi makanan tersebut. Namun hingga kini tidak ada laporan gangguan kesehatan dari para siswa.

“Beberapa siswa juga sudah memakan menu tersebut dan dari pengakuan siswa tidak ada masalah. Hanya satu ompreng itu saja,” tambahnya.

Pihak SPPG menduga dugaan ulat muncul akibat faktor eksternal karena siswa menyantap makanan di luar ruangan setelah olahraga.

“Kalau di video yang beredar itu siswanya sedang olahraga, terus makannya di bawah pohon di luar sekolah,” ujarnya.

Meski begitu, pihak dapur MBG memastikan akan memperketat pengawasan dan quality control dalam proses pengolahan makanan.

“Kami sebagai dapur tetap terus meningkatkan quality control. Kami memastikan bahan yang kami beli dan kami olah di proses dengan baik,” pungkas Jessica.(r7)

Pos terkait