Surabaya,(DOC) – Kegiatan ekskavasi sampah di Kali Tebu, Surabaya, menemukan dominasi sampah popok sekali pakai. Program ini diinisiasi Ecoton bersama Komunitas Tretan Kali Tebu (Tekat).
Tim relawan mengangkat lebih dari 2,4 ton sampah selama tiga hari, sejak 11 hingga 13 Mei 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 45 persen merupakan sampah popok sekali pakai.
Koordinator Program Mozaik, Daru Setyorini, mengatakan tim juga melakukan audit merek terhadap sampah popok yang ditemukan.
“Hasilnya menunjukkan sebagian besar berasal dari beberapa merek besar. Ini menegaskan pentingnya tanggung jawab produsen dalam pengelolaan sampah,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Ekskavasi dilakukan setelah pemasangan trash barrier atau penghalang sampah di Kali Tebu pada 10 Mei 2026.
Program Mozaik merupakan kolaborasi antara Ecoton dan Pemerintah Kota Surabaya dengan dukungan UNDP serta Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Program ini bertujuan mengurangi kebocoran sampah plastik ke sungai melalui pendekatan kolaboratif lintas pihak.
Daru menegaskan sampah popok menjadi persoalan utama di Kali Tebu. Ia mendorong pemerintah, masyarakat, dan industri untuk berperan aktif dalam penanganan sampah.
Menurutnya, industri perlu menerapkan Extended Producer Responsibility (EPR), yaitu kewajiban produsen mengelola limbah produk hingga pascakonsumsi.
“Produsen harus ikut bertanggung jawab, termasuk mengumpulkan dan mendaur ulang sampah produknya,” tegasnya.
Kali Tebu menjadi salah satu jalur aliran sampah plastik menuju Selat Madura. Sungai ini menerima aliran limbah dari sejumlah wilayah, seperti Kapas Madya, Simokerto, hingga Tambak Wedi.
Relawan memasang trash barrier permanen di aliran sungai untuk menahan sampah sebelum masuk ke laut.
Koordinator lapangan, Amiruddin Muttaqin, mengatakan tim akan melakukan penirisan sampah secara rutin setiap dua hari.
“Setelah itu, kami lakukan audit merek untuk mengidentifikasi sumber sampah plastik,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai dan ikut menjaga kebersihan lingkungan.
“Bersama-sama kita kembalikan kelestarian Kali Tebu. Jangan buang sampah ke sungai,” pungkasnya.(r7)





