Surabaya,(DOC) – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya mengungkap praktik pemberangkatan haji nonprosedural pada musim haji 2026 semakin rapi dan sulit terdeteksi. Para calon jamaah bahkan memakai fasilitas business class dan langsung menuju autogate untuk menghindari pemeriksaan petugas.
Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi Kantor Imigrasi Surabaya, Kholilur Rohman, mengatakan pola keberangkatan ilegal tahun ini berbeda dibanding musim haji sebelumnya.
Meski para pelaku memakai modus yang semakin canggih, jumlah calon jamaah yang berhasil diamankan justru turun drastis. Pada 2025, Imigrasi Surabaya mengamankan 222 orang. Tahun ini jumlahnya turun menjadi 18 orang.
Menurut Kholilur, pemerintah Arab Saudi memperketat pengawasan sehingga praktik keberangkatan haji nonprosedural mulai menurun. Pemerintah setempat kini memanfaatkan drone dan sistem Nusuk untuk mengawasi wilayah Makkah.
“Drone disebar dan aparat di Makkah juga disiapkan untuk memblokade orang-orang yang berangkat haji secara nonprosedural,” ujar Kholilur.
Ia menilai kondisi tersebut membuat pelaku jasa pemberangkatan ilegal mulai berpikir ulang.
Gunakan Business Class dan Autogate
Meski jumlah temuan menurun, Kholilur menyebut para calon jamaah kini semakin memahami celah pemeriksaan di bandara.
“Mereka rata-rata langsung mengarah ke autogate. Mereka pengguna business class, bukan pesawat low cost carrier atau LCC,” katanya.
Petugas Imigrasi memeriksa 18 calon jamaah yang gagal berangkat. Sebagian dari mereka mengaku sudah membayar sejumlah uang kepada agen perjalanan di luar Jawa untuk berangkat ke Tanah Suci.
“Mereka menyampaikan kalau sudah membayar ke travel dan itu di luar Jawa. Di Banjarmasin kalau tidak salah,” ucapnya.
Kholilur mengatakan, dorongan kuat untuk segera berangkat haji membuat para calon jamaah tetap memilih jalur nonprosedural meski memahami risikonya.
“Paham sebenarnya. Tapi Mekkah lebih menggoda. Tanah suci lebih menggoda,” tuturnya.
Mayoritas calon jamaah nonprosedural yang diamankan berusia di bawah 50 tahun.
Imigrasi Petakan Jaringan Travel
Imigrasi Surabaya kini memetakan jaringan pihak yang terlibat dalam pemberangkatan calon haji nonprosedural, termasuk dugaan keterlibatan agen perjalanan dari luar pulau.
Sebagai langkah pencegahan, Imigrasi memasukkan sejumlah identitas ke dalam daftar pengawasan khusus atau subject of interest.
Petugas melakukan langkah tersebut untuk mencegah calon jamaah mencoba berangkat melalui jalur lain setelah gagal berangkat dari satu bandara.
“Kita masukkan ke dalam daftar subject of interest. Karena yang sudah terjadi, gagal berangkat dari suatu bandara lalu mencoba di bandara lain, pelabuhan laut, atau jalur darat,” ungkapnya.
Sementara itu, Imigrasi menunda keberangkatan 18 calon jamaah nonprosedural yang gagal berangkat tahun ini. Petugas menilai sebagian besar dari mereka juga menjadi korban praktik pemberangkatan ilegal.
“Kalau berbicara secara hukum, saat ini kami melakukan penundaan. Karena mungkin mereka juga korbannya,” tandas Kholilur.(fath/r7)





