Lumajang,(DOC) – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, pedagang hewan kurban di Kabupaten Lumajang mulai mengeluhkan turunnya penjualan kambing. Lesunya daya beli masyarakat membuat lapak penjualan hewan kurban sepi pembeli.
Kondisi tersebut berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya ketika permintaan kambing kurban sudah meningkat beberapa hari sebelum Idul Adha.
Salah satu pedagang kambing di Jalan Soekarno Hatta, Desa Selokbesuki, Kecamatan Sukodono, Lumajang, Eko, mengaku penjualan tahun ini turun cukup drastis dibanding musim kurban tahun lalu.
“Sekarang daya beli masyarakat mulai berkurang. Mungkin karena kondisi perekonomian saat ini. Penjualannya turun sekitar 15 sampai 50 persen dibanding tahun lalu,” kata Eko, Jumat (22/5/2026).
Harga Kambing Ikut Turun
Selain penjualan menurun, harga kambing kurban tahun ini juga mengalami penurunan.
Eko menyebut harga kambing yang sebelumnya mampu mencapai Rp4,5 juta per ekor kini hanya berkisar Rp3 juta hingga Rp3,5 juta.
“Sekarang harga kambing berkisar Rp3 juta sampai Rp3,5 juta. Tahun lalu masih bisa sampai Rp4,5 juta,” ujarnya.
Menurutnya, stok kambing di pasaran saat ini cukup melimpah. Namun kondisi tersebut tidak di ikuti peningkatan jumlah pembeli.
“Kambingnya banyak, barangnya banyak, tapi pembeli menurun,” imbuhnya.
Pedagang Belum Jual Satu Ekor Pun
Keluhan serupa juga disampaikan Seneli, pedagang kambing di Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Lumajang.
Ia mengaku belum berhasil menjual satu ekor kambing pun meski sudah membuka lapak selama lima hari terakhir.
“Menjelang Iduladha sekarang ini harganya menurun, penjualannya bisa turun sampai 50 persen. Sudah lima hari jualan, masih belum ada satu pun yang keluar,” ujar Seneli.
Ia menduga kondisi ekonomi masyarakat menjadi penyebab utama lesunya pasar hewan kurban tahun ini. Selain itu, maraknya penjualan hewan kurban secara online juga mulai memengaruhi pedagang kecil.
“Barangkali karena ekonomi sekarang sedang sulit. Ditambah sekarang banyak jualan online,” katanya.
Stok Menumpuk Jelang Idul Adha
Saat ini, Seneli menjual kambing dengan harga Rp2 juta hingga Rp3 juta per ekor. Bahkan ia menurunkan harga menjadi Rp2,8 juta lengkap dengan biaya pengiriman demi menarik pembeli.
Menurutnya, kondisi tahun ini jauh berbeda dibanding musim kurban sebelumnya.
“Kalau tahun lalu, lima hari menjelang Idul Adha bisa terjual sampai 15 ekor. Sekarang stok 30 ekor masih belum ada yang beli,” katanya.
Pada Idul Adha tahun lalu, Seneli mengaku mampu menjual hingga 70 ekor kambing dengan harga mencapai Rp3,5 juta per ekor.
“Kalau tahun lalu stok saya sampai 70 ekor habis terjual. Sekarang stok 30 ekor saja masih belum ada yang beli,” pungkasnya.(r7)





