Peringati Hari Lahir Pancasila, PDIP Surabaya Soroti Menurunnya Pemahaman Ideologi Generasi Muda

Peringati Hari Lahir Pancasila, PDIP Surabaya Soroti Menurunnya Pemahaman Ideologi Generasi MudaSurabaya,(DOC) – DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya memaknai Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 sebagai momentum memperkuat pemahaman ideologi kebangsaan. Penguatan itu dinilai penting karena generasi muda saat ini hidup di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital.

Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Eko Wahyono, menyampaikan hal tersebut usai memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Surabaya, Senin (1/6/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut Eko, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Momentum ini harus menjadi sarana untuk mengingat kembali nilai-nilai kebangsaan yang di gagas Bung Karno dalam sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945.

“Hari ini PDI Perjuangan di seluruh Indonesia memperingati Hari Kelahiran Pancasila. Apa yang di sampaikan Bung Karno saat sidang BPUPKI kemudian menjadi pondasi penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara kita,” ujarnya.

Tantangan Ideologi di Era Digital

Eko menilai tantangan terhadap ideologi bangsa semakin kompleks. Perkembangan teknologi informasi membuat generasi muda lebih mudah menerima berbagai pengaruh dari luar.

Karena itu, ia mengaku prihatin melihat menurunnya pemahaman sebagian generasi muda terhadap Pancasila sebagai dasar negara dan pemersatu bangsa.

“Pemahaman generasi muda terhadap ideologi bangsa saat ini perlu mendapat perhatian serius. Karena itu penguatan nilai-nilai Pancasila harus terus dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya melalui peringatan Hari Lahir Pancasila,” katanya.

Upacara tersebut di ikuti jajaran fungsionaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, serta pengurus anak cabang (PAC) se-Kota Surabaya.

Dalam amanatnya, Eko menegaskan Pancasila menjadi fondasi utama yang menjaga keutuhan Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat.

“Karena Pancasila inilah Indonesia tetap utuh sebagai satu bangsa dan satu negara meski memiliki keberagaman yang sangat besar,” tegasnya.

Baca Juga:  Massa GRIB Jaya Jatim Kepung Jalan Dr. Soetomo, Tolak Eksekusi Rumah di Surabaya

Pendidikan Ideologi Dimulai dari Keluarga

Selain memperkuat pemahaman ideologi di masyarakat, Eko juga mengajak kader partai memulai pendidikan Pancasila dari lingkungan keluarga.

Menurutnya, orang tua memegang peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada anak-anak, terutama generasi Z dan generasi Alpha.

“Kami ingin para kader mulai menanamkan pemahaman Pancasila kepada putra-putrinya. Harapannya mereka bisa menjadi contoh dan mengajak teman-temannya memahami pentingnya ideologi Pancasila bagi masa depan bangsa,” ungkapnya.

Eko berharap peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya menjadi pengingat sejarah lahirnya dasar negara. Momentum ini juga harus memperkuat komitmen bersama untuk menjaga persatuan bangsa melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, tantangan menjaga keutuhan bangsa saat ini tidak hanya datang dari perbedaan. Tantangan juga muncul dari berkurangnya pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi Indonesia sejak kemerdekaan.(r7)

Pos terkait