Anas Karno Minta Kasus Penganiayaan Pelajar di Surabaya Diusut Tuntas

Anas Karno Minta Kasus Penganiayaan Pelajar di Surabaya Diusut Tuntas
Anggota DPRD Kota Surabaya, Anas Karno, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga TJK alias Thomas (19), pelajar SMA kelas XII yang meninggal dunia akibat dugaan penganiayaan oleh sekelompok remaja. (Foto:
Ist)


Surabaya, (DOC)Anggota DPRD Kota Surabaya, Anas Karno, menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada keluarga TJK alias Thomas (19), pelajar SMA kelas XII yang meninggal dunia akibat dugaan penganiayaan oleh sekelompok remaja.

Kehadiran Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya tersebut di rumah duka yang terletak di kawasan Kelurahan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, pada Senin (8/6/2026) sore, disambut isak tangis dari pihak keluarga yang masih terpukul.

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungannya, legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini juga menyerahkan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

“Kami menyampaikan rasa duka yang paling dalam atas tragedi yang menimpa ananda Thomas. Ini bukan sekadar kasus kriminal biasa, melainkan hilangnya masa depan seorang anak baik, seorang penerima beasiswa KIP yang punya mimpi besar untuk kuliah,” ujar Anas Karno, Selasa  (9/6/2026).

Di hadapan Anas Karno, pihak keluarga tak kuasa menahan haru sembari menceritakan kronologi memilukan sebelum Thomas ditemukan dalam kondisi kritis. Tante korban menuturkan, pada Sabtu malam (30/05/2026), keponakannya itu hanya berpamitan keluar rumah sebentar untuk membeli paket data internet dan mencari makan.

Namun, tak lama berselang, keluarga justru menerima kabar bahwa Thomas sudah tidak sadarkan diri di rumah sakit. Setelah sempat dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo, nyawa Thomas tidak tertolong akibat pembengkakan otak akibat hantaman benda tumpul.

“Dia anak yang baik, pendiam, dan tidak pernah punya musuh. Kami memohon bantuan Pak Anas agar kasus ini diusut sampai tuntas. Kami butuh keadilan untuk anak yang saya asuh dari kecil ini,” pinta tante korban di depan Anas.

Mendengar langsung kesaksian memilukan tersebut, Anas Karno menegaskan bahwa negara harus hadir memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban. Ia juga menyoroti rentetan aksi kriminalitas yang marak terjadi di Surabaya belakangan ini, termasuk kasus penjambretan yang baru-baru ini menewaskan seorang ASN.

Baca Juga:  Pasar Kapasan dan PGS Beroperasi Lagi, DPRD Kota Mengapresiasi Pemkot Surabaya

Sebagai langkah konkret, Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPC PDIP Surabaya ini mendorongkepolisian memperketat patroli malam di titik-titik rawan kejahatan.

Selain itu, Anas juga meminta Pemkot Surabaya memaksimalkan fungsi CCTV jalanan dan patroli Satpol PP untuk mempercepat respon penanganan laporan kedaruratan dari masyarakat.

“Jangan sampai warga Surabaya merasa waswas dan takut saat keluar rumah. Keamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tegas Anas.

Di akhir kunjungannya, Anas mengapresiasi gerak cepat Polrestabes Surabaya yang telah bergerak mengamankan dan menetapkan empat remaja berinisial CJF, AAY, KVRL, dan RU sebagai tersangka. Langkah cepat kepolisian ini diharapkan dapat memberikan sedikit rasa tenang bagi keluarga yang tengah dirundung duka.

Pos terkait