Angkat Karya Desainer Lokal, Parade SFF 2026 Pikat Ribuan Pengunjung

Angkat Karya Desainer Lokal, Parade SFF 2026 Pikat Ribuan Pengunjung
Kemeriahan acara SFF di Jalan Tunjungan, Surabaya. (Foto: Ist)

Surabaya, (DOC) – Ribuan masyarakat tumpah ruah memenuhi Jalan Tunjungan hingga Balai Kota Surabaya untuk menyaksikan Acara Surabaya Fashion Festival (SFF), Minggu, (21/6/2026). Acara yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 ini, tidak hanya menghadirkan parade busana, tetapi juga menjadi etalase kekuatan ekonomi kreatif dan produk lokal.

Kegiatan yang digelar Memorandum bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ini dimulai pada tanggal 19 – 21 Juni 2026. Hari pertama pelaksanaan diawali dengan lomba mewarnai khusus usia 3-6 tahun di Balai Kota Surabaya.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya di hari kedua, Sabtu, 20 Juni 2026 acara dibuka dengan lomba tari tradisional dan kreasi tingkat, lomba ketrampilan baris-berbaris, dan band di tingkat SD, SMP, dan SMA se-Jawa Timur. Kegiatan kemudian ditutup dengan DJ perform.

Kemudian di puncak acara, Minggu, 21 Juni 2026 dibuka dengan Senam Dahlan Iskan di Balai Kota, lalu parade busana dan marching band, yang dimulai dari Jalan Tunjungan (Siola) dan berakhir di Balai Kota.

Ribuan masyarakat Surabaya dan sekitarnya nampak antusias menikmati acara yang digelar selama tiga hari tersebut. Mereka sangat antusias memfoto para peraga busana dalam parade yang dibuka langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya M. Fikser.

Mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Fikser mengatakan penyelenggaraan Surabaya Fashion Festival yang memasuki tahun kedua diharapkan semakin dinikmati masyarakat sekaligus memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah.

“Surabaya Fashion Festival merupakan tahun kedua. Harapan kami, warga Surabaya bisa menikmati kegiatan ini dan pelaksanaannya dapat memberikan dampak positif, khususnya bagi geliat ekonomi dan sektor kreatif di Kota Surabaya,” ujarnya saat membuka acara.

Ia menuturkan, SFF 2026 menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan dunia fesyen, seni, budaya, dan industri kreatif dalam satu rangkaian acara terbuka di kawasan ikonik Jalan Tunjungan.

Baca Juga:  Retribusi Parkir Surabaya Merosot, DPRD Desak Pengelolaan Lebih Optimal

Menurutnya, konsep tersebut memberi kesempatan bagi desainer lokal dan pelaku ekonomi kreatif untuk menampilkan karya mereka secara lebih dekat kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat citra Surabaya sebagai kota yang mendukung kreativitas dan inovasi.

“Jalan Tunjungan telah disulap menjadi catwalk raksasa, tempat bersatunya seni, budaya, dan inovasi fesyen dalam Surabaya Fashion Festival 2026,” katanya.

Sementara Ketua Panitia SFF 2026, Djoko Setyo menambahkan, ada ratusan peserta yang terlibat dalam kegiatan tahunan ini. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Jawa Timur.

“Paskibra ada 27 tim, per tim nya 30-40 anak dari sekolah SMP dan SMA di Kota Surabaya. Lalu peserta Parade Surabaya Fashion Festival 2026 ada 1.643, dan ada 10 komunitas budaya nusantara dengan jumlah 530 orang,” tambahnya.

Djoko mengucap terima kasih atas antusiasme masyarakat Surabaya dalam menyaksikan perayaan tersebut. Dia berharap tahun depan acara ini dapat digelar dengan semakin meriah.

“Terima kasih masyarakat Surabaya atas antusiasmenya. Semoga tahun depan acara SFF bisa kembali digelar dengan lebih meriah lagi daripada tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.

Untuk informasi, pada Minggu sekitar pukul 19.00 WIB acara ditutup dengan hiburan penampilan Wawa Widi dalam tajuk “Suroboyo Ambyar”.

Pos terkait