Dua Hari Diguyur Hujan, 37 Titik di Surabaya Tergenang: BPBD Ungkap Pemicu

Dua Hari Diguyur Hujan, 37 Titik di Surabaya Tergenang: BPBD Ungkap Pemicu
Banjir yang terjadi di kawasan Nginden, Surabaya. (Foto: Ist)

Surabaya, (DOC) – Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya selama dua hari berturut-turut mengakibatkan genangan air di puluhan titik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya mencatat total ada 37 titik genangan yang tersebar di berbagai wilayah.

Kepala BPBD Kota Surabaya, Irvan Widyanto, merinci bahwa pada hari pertama ditemukan 21 lokasi genangan, sementara pada hari kedua tercatat ada 16 titik lokasi yang mengalami hal serupa.

Bacaan Lainnya

“Secara geografis wilayahnya hampir sama, meliputi kawasan timur, utara, pusat, dan selatan. Seperti di Simokalangan, Tanjungsari, hingga wilayah barat seperti di Tengger Benowo pada hari sebelumnya,” ujar Irvan, Selasa (23/6/2026).

Menurut Irvan, munculnya genangan di puluhan titik ini dipicu oleh kombinasi antara faktor cuaca tidak menentu dan fenomena alam. Ia mengatakan bahwa sebenarnya saat ini memasuki musim kemarau, sehingga menjdi momen yang tepat bagi Pemkot Surabaya untuk mengerjakan pembangunan dan pembenahan saluran. Namun, hujan yang tiba-tiba turun membuat proyek yang tengah berjalan terhambat.

“Saat ini pembangunan sedang berjalan. Ada saluran yang sedang dibangun tapi belum terkoneksi, bahkan ada yang harus dibendung dulu karena proses konstruksi. Ternyata alam berkata lain, cuaca kemarin berubah,” jelas Irvan.

Ia menambahkan, faktor lainnya adalah kondisi air laut yang pasang sejak tanggal 20 Juni dan diprediksi mencapai puncaknya pada 28–30 Juni 2026 dengan ketinggian 60 centimeter hingga 1 meter. Fenomena ini menyebabkan terjadinya backwater atau aliran air laut yang berbalik menahan air sungai. Akibatnya, pembuangan air ke laut terhambat, terutama di kawasan Surabaya Timur.

Hingga pukul 09.00 WIB, petugas gabungan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan BPBD masih terus berjibaku di lapangan untuk mempercepat surutnya air.

Beberapa titik yang menjadi fokus penanganan intensif di antaranya kawasan Panjang Jiwo, AWS Medokan Semampir dan Manyar Rejo.

Baca Juga:  Anggaran Rutilahu Tertinggi, Pemkot Surabaya Raih Penghargaan Terbaik I

“Semua rumah pompa tetap berjalan penuh secara optimal. Selain itu, petugas di lapangan juga menerjunkan tim untuk melakukan penyedotan manual di lokasi-lokasi yang airnya masih tertahan agar aktivitas warga bisa segera kembali normal,” pungkas Irvan.

Pos terkait