Lindungi 1.000 Penumpang, Dishub Jatim Tolak Tuntutan Tutup Transit Trans Jatim Medaeng

Lindungi 1.000 Penumpang, Dishub Jatim Tolak Tuntutan Tutup Transit Trans Jatim Medaeng
Dishub Jatim tolak permintaan sopir angkot tutup Trans Jatim Medaeng. (Foto: Ist)

Surabaya, (DOC)Dinas Perhubungan Jawa Timur (Dishub Jatim) menegaskan tetap mempertahankan fungsi transit Bus Trans Jatim di Halte Medaeng, kendati mendapat protes keras dari massa sopir angkutan kota (angkot). Langkah tegas ini diambil demi melindungi sedikitnya 1.000 penumpang yang bergantung pada layanan halte transit tersebut setiap harinya.

Penegasan itu disampaikan Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dishub Jatim, Citto Eko Yuli, saat menerima audiensi puluhan perwakilan Serikat Sopir Indonesia (SSI) di Kantor Dishub Jatim, Surabaya, Rabu (22/7/2026).

Bacaan Lainnya

“Setiap hari ada seribu orang naik dari Halte Medaeng untuk Bus Trans Jatim. Kebutuhannya sangat tinggi dan masyarakat sangat terbantu. Tuntutan zaman sudah berubah, masyarakat minta pelayanan yang jelas, tepat waktu, dan memadai,” tegas Citto usai audiensi.

Sebelumnya, massa sopir angkot yang tergabung dalam SSI mengeluhkan penumpukan transit Koridor I dan Koridor V di Medaeng. Mereka menilai skema transit tersebut menyedot pangsa pasar angkutan konvensional secara drastis hingga memukul pendapatan harian sopir.

“Dampak ekonominya pendapatan sopir turun. Kita meminta pemerintah memberi solusi konkret,” desak perwakilan massa SSI dalam forum tersebut.

Merespons keluhan pendapatan sopir, Dishub Jatim tidak mengorbankan fasilitas publik yang ada, melainkan berjanji akan berkoordinasi dengan Dishub Kabupaten Sidoarjo untuk merumuskan rekayasa trayek angkot lokal.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah merangkul angkot konvensional menjadi angkutan pengumpan (feeder) terintegrasi, seperti skema yang telah berjalan di Kota Malang.

“Bagaimana nanti skemanya, itu kewenangan Dishub Sidoarjo. Kalau dicontohkan di Kota Malang, angkutan existing ini khusus membawa pelajar untuk terintegrasi. Rabu depan kita bicara lagi untuk cari solusi,” pungkas Citto.

Baca Juga:  Wali Kota Eri Ajak Warga Kaya Surabaya Untuk Biayai BPJS Secara Mandiri

Pos terkait