Prabowo dan Gibran Tidak Duduk Sebelahan saat Sidang Kabinet, Istana Buka Suara

Respons Istana Soal Eks Wamen Imipas Jadi Tersangka KPK

Jakarta (DOC) – Pihak Istana menjelaskan alasan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming tidak duduk sebelahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026) kemarin.

Bacaan Lainnya

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan salah satu alasannya karena Prabowo harus duduk di tengah untuk menggunakan alat bantu teleprompter.

Adapun teleprompter itu dipakai karena Kepala Negara perlu membaca data soal capaian pemerintah selama ini.

“Di situ karena beliau ingin menjelaskan banyak sekali program, maka kemarin kalau saudara-saudara perhatikan karena banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data, maka kemarin beliau kan menggunakan alat bantu namanya teleprompter,” jelasnya, dikutip Kamis (23/7/2026).

Oleh karenanya, Prabowo duduk di tengah-tengah agar dapat membaca teleprompter. Sementara terkait posisi Gibran yang duduk di sebelah menteri, menurut Prasetyo, hal tersebut hanya untuk kebutuhan teknis.

“Nah, itulah yang kemudian menjawab pertanyaan yang secara layout, kalau saudara-saudara kemarin perhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah,” kata Prasetyo.

“Dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata, tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan,” sambung dia.

Dalam kesempatan ini, Prasetyo mengatakan bahwa anggota kabinet kompak. Dia juga mengatakan para pembantu presiden terus berusaha keras untuk menjalankan program pemerintah demi mensejahterakan masyarakat.

“Tidak ada, sama sekali tidak ada, sekali tidak ada. Kami pada posisi kita sekarang sedang kompak-kompaknya, sedang semua berusaha keras mencapai apa yang menjadi garis dari Bapak Presiden,” tegas Prasetyo.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna kemarin, ia mengatakan bahwa Prabowo mengumpulkan seluruh anggota kabinet dalam rangka evaluasi terhadap seluruh program-program prioritas pemerintah.

“Sekaligus memberikan arahan untuk dilakukan percepatan-percepatan terhadap program-program prioritas yang harus diselesaikan di semester kedua,” kata Prasetyo.

Sebagai informasi, dalam sidang kabinet di Istana kemarin, Prabowo terlihat duduk seorang diri menghadap para pembantunya. Sementara Gibran terlihat duduk di barisan kursi yang sejajar dengan para menteri. Hal ini menjadi sorotan di media sosial karena selama ini posisi tempat duduk Prabowo dan Gibran selalu bersebelahan setiap ada Sidang Kabinet Paripurna. (rd)