Surabaya, (DOC) – Jukir tolak parkir digital dengan menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Surabaya, Senin (31/8/2026). Ratusan petugas parkir yang tergabung dalam Paguyuban Jukir Surabaya (PJS) memprotes penerapan sistem pembayaran parkir digital menggunakan QRIS.
Mereka memprotes penerapan sistem pembayaran parkir digital menggunakan QRIS yang belakangan gencar diberlakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Pantauan di lokasi, perwakilan jukir menyampaikan aspirasi secara bergantian dari atas mobil komando. Mereka meminta Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menemui massa dan mendengarkan tuntutan secara langsung.
“Kami ingin Pak Wali menemui kami. Kalau tidak, kami akan tetap di sini sampai ditemui,” teriak salah satu orator dari atas mobil komando.
Aksi berlangsung dengan tertib. Di sela-sela penyampaian aspirasi, para peserta juga melantunkan selawat secara bersama-sama.
Setelah beberapa waktu berorasi, Pemkot Surabaya akhirnya membuka ruang dialog bagi massa aksi. Sebanyak 10 perwakilan PJS di perbolehkan masuk ke gedung Balai Kota Surabaya untuk mengikuti mediasi bersama jajaran pejabat Pemkot Surabaya.
Mediasi tersebut menjadi ruang bagi perwakilan jukir untuk menyampaikan secara langsung keberatan dan tuntutan mereka terkait penerapan sistem pembayaran parkir digital menggunakan QRIS.(r7)





