Festival Literasi Lumajang, Ajak Anak Kembali Berkarya Tanpa Terpaku Gadget

Festival Literasi Lumajang, Ajak Anak Kembali Berkarya Tanpa Terpaku Gadget
Dua pelukis di Lumajang ajak anak kembali berkarya tanpa gadget.

Lumajang, (DOC) – Festival Literasi Kabupaten Lumajang tidak hanya menghadirkan kegiatan membaca dan berbagai pertunjukan seni. Suasana berbeda terlihat ketika dua perempuan dari Sanggar Seni Mula Malurung mengekspresikan pesan literasi melalui goresan kuas di atas kanvas.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam Festival Literasi yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Lumajang di Pendopo Arya Wiraraja, Kabupaten Lumajang, Rabu (16/9/2026).

Bacaan Lainnya

Dua pelukis, Primasty Ayu dan Viona, secara bersama-sama membuat karya lukis yang menggambarkan berbagai aktivitas anak. Di atas kanvas, mereka menuangkan sosok anak yang sedang melukis, aktivitas membaca buku, seni tari hingga olahraga bela diri.

Goresan demi goresan mulai terlihat di atas kanvas putih. Garis tebal berwarna hitam dan merah menjadi bagian awal dari karya tersebut.

Keduanya kemudian merespons gerakan melalui sapuan kuas yang dinamis. Warna-warna cerah seperti kuning dan biru terang ditorehkan untuk memperkuat kesan ceria dan penuh energi dalam lukisan.

Bagi Primasty Ayu, lukisan tersebut bukan sekadar karya seni. Ada pesan yang ingin disampaikan kepada anak-anak melalui kolaborasi seni dalam Festival Literasi.

“Ini tentang Festival Literasi. Di Disarpus ini kan membawahi ada sanggar tari, seni lukis, karate, dan perpustakaan,” kata Primasty.

Menurutnya, berbagai kegiatan yang ada di lingkungan Disarpus kemudian dituangkan dalam sebuah karya lukis. Lukisan tersebut menjadi gambaran bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas membaca buku. “Kita ingin menyampaikan bahwa literasi itu ada macam-macam,” ujarnya.

Primasty mengatakan, perkembangan teknologi membuat anak-anak saat ini semakin dekat dengan gadget. Karena itu, kegiatan seni menjadi salah satu cara untuk mengajak mereka kembali melakukan aktivitas kreatif secara langsung.

“Anak muda zaman sekarang kan terpaut dengan gadget. Makanya kita mengenalkan bahwa literasi ini ada macam-macam. Biar anak-anak kembali lagi berkreasi tanpa terpaku sama gadget,” jelasnya.

Baca Juga:  Hutan TNBTS Kembali Terbakar, Petugas Gabungan Lakukan Pemadaman Dengan Alat Seadanya

Ia menilai kreativitas anak perlu terus diberikan ruang. Salah satunya melalui kegiatan seni yang dapat dilakukan bersama-sama di sanggar maupun lingkungan perpustakaan.

Menurut Primasty, Sanggar Seni Mula Malurung juga menjadi tempat belajar bersama sekaligus wadah untuk menemukan bibit-bibit baru yang memiliki ketertarikan terhadap dunia seni.

“Harapannya kita mencari bibit-bibit yang menyukai seni, biar seni lukis ini tidak mati,” katanya.

Mengajak Anak Kembali ke Perpustakaan

Pesan lain yang ingin disampaikan melalui lukisan tersebut adalah pentingnya menghidupkan kembali perpustakaan sebagai ruang aktivitas anak.

Primasty mengatakan, perpustakaan tidak seharusnya hanya dipandang sebagai tempat untuk membaca buku. Berbagai kegiatan seni dan kreativitas juga dapat menjadi daya tarik agar anak-anak mau datang dan mengenal perpustakaan.

“Harapannya kepada perpustakaan, menghidupkan kembali perpustakaan ini,” ujarnya.

Menurut dia, kebiasaan membaca di kalangan anak-anak saat ini menghadapi tantangan karena banyaknya pilihan hiburan berbasis gadget.

“Selama ini perpustakaan jarang dikunjungi anak-anak. Membaca ini kayaknya dilewati begitu saja. Makanya ini dikenalkan banyak kegiatan di dalamnya, jadi biar tertarik kembali ke perpustakaan lagi,” tuturnya.

Karena itu, keberadaan kegiatan seni di perpustakaan dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan kembali anak-anak terhadap dunia literasi.

Melalui lukisan yang dibuat dalam Festival Literasi tersebut, Primasty bersama Viona ingin menunjukkan bahwa anak-anak tetap bisa mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui seni, membaca, tari maupun olahraga.

Festival Literasi Kabupaten Lumajang sendiri turut dimeriahkan berbagai pertunjukan seni dan kegiatan lainnya. Di antaranya penampilan karate, Tari Glipang, Penari Jaran Slining dan Godril, serta Tari Topeng Kaliwungu.

Pos terkait