Pendaftar Membludak, Pemkab Lumajang Kunjungi Rumah Calon Penerima Beasiswa Rp6 Juta

Pendaftar Membludak, Pemkab Lumajang Kunjungi Rumah Calon Penerima Beasiswa Rp6 Juta
Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos P3A Lumajang, Saiful Bahri. (Foto: Ist)

Lumajang, (DOC) – Antusiasme mahasiswa kurang mampu dan berprestasi di Kabupaten Lumajang untuk mengakses pendidikan tinggi melonjak tajam. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Lumajang mencatat sebanyak 119 mahasiswa resmi mendaftar program beasiswa Pemkab Lumajang tahun 2026.

Angka ini membludak melebihi kuota yang disediakan, yakni hanya untuk 77 penerima.

Bacaan Lainnya

Dengan nilai bantuan mencapai Rp6 juta per mahasiswa, kompetisi untuk memperebutkan beasiswa ini dipastikan berlangsung ketat. Pendaftaran daring yang berlangsung pada 9–18 September 2026 kini resmi ditutup dan memasuki tahap krusial: verifikasi administrasi hingga pemeriksaan langsung ke rumah warga (factual check).

Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos P3A Lumajang, Saiful Bahri, menegaskan bahwa pengetatan seleksi dilakukan demi memastikan bantuan pendidikan ini jatuh ke tangan yang tepat. Dokumen seperti KTP, Kartu Keluarga, ijazah, hingga status kampus dan jalur penerimaan peserta diperiksa satu per satu secara teliti.

“Syarat utamanya adalah diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) berakreditasi Unggul melalui jalur SNBP atau SNBT. Saat ini semua berkas yang diunggah pendaftar sedang kami verifikasi secara mendalam,” terang Saiful, Kamis (24/9/2026).

Tak sekadar seleksi berkas, Pemkab Lumajang juga memberlakukan filter ketat melalui kunjungan rumah (door-to-door). Langkah ini diambil untuk menghindari celah salah sasaran akibat ketidaksesuaian data formal dengan kondisi riil di lapangan.

Meskipun pendaftar dari desil 1 hingga desil 5 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi prioritas, Saiful menyebut data desil tidak bisa dijadikan satu-satunya acuan.

“Kondisi ekonomi keluarga tidak selalu tergambarkan utuh hanya lewat data desil. Ada pendaftar yang tercatat di desil tinggi, padahal kondisi riil ekonominya sangat kurang mampu. Karena itu, tim kami akan turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi rumah dan kehidupan mereka sebenarnya,” tegas Saiful.

Baca Juga:  Demo di DPRD Lumajang, Mahasiswa Tolak Kenaikan Harga BBM Pertamax

Seluruh prosesnya mulai dari verifikasi berkas, pemetaan, hingga verifikasi lapangan diperkirakan memakan waktu sekitar satu minggu sebelum akhirnya penetapan 77 nama penerima beasiswa resmi diumumkan.

Pos terkait