PLN UID Jatim Tambah 75 SPKLU untuk Kejar Rasio Ideal Kendaraan Listrik

PLN UID Jatim Tambah 75 SPKLU untuk Kejar Rasio Ideal Kendaraan Listrik
PLN UID Jawa Timur tambah SPKLU. (Foto: Ist)

Sidoarjo, (DOC) – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur memperluas jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) guna mengimbangi lonjakan pengguna kendaraan listrik. Sepanjang tahun 2026, PLN menargetkan penambahan 75 unit SPKLU baru di berbagai wilayah Jawa Timur.

General Manager PLN UID Jawa Timur, Eric Rossi Priyo Nugroho, menyampaikan bahwa penambahan jaringan infrastruktur ini merupakan komitmen PLN dalam mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik dan transisi energi bersih di Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

“Penambahan ini merupakan komitmen kami untuk melayani masyarakat. Tidak hanya memfasilitasi pengguna kendaraan listrik, tetapi juga memastikan ketersediaan infrastrukturnya,” kata Eric saat meresmikan SPKLU di Kantor PLN UP3 Surabaya Barat, Sidoarjo, Kamis (1/10/2026).

Saat ini, terdapat sekitar 327 unit SPKLU yang beroperasi di Jawa Timur. Pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik tercermin dari konsumsi listrik pada SPKLU dan layanan home charging yang mencapai 5,59 juta kWh hingga Agustus 2026 melonjak sekitar 400 persen atau empat kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Saat ini, rasio SPKLU terhadap populasi mobil listrik di Jawa Timur berada di angka 1:18. PLN menargetkan rasio tersebut secara bertahap dapat ditekan menjadi 1:10 hingga 1:12, menyesuaikan standar di beberapa negara dengan tingkat adopsi kendaraan listrik yang tinggi.

Untuk mencapai target tersebut, PLN mengalokasikan 63 hingga 64 unit mesin pengisian dari anggaran internal pada 2026, sementara sisanya ditargetkan melalui skema kemitraan.

“Target kami menuju rasio 1:10 atau 1:12. Namun, ini bukan hanya komitmen PLN, kami juga membuka peluang kolaborasi dengan mitra,” ujar Eric.

Skema kerja sama yang ditawarkan mencakup penyediaan lahan, pengadaan mesin pengisian daya, hingga integrasi sistem pengelolaan aplikasi.

Dengan tambahan infrastruktur yang tengah berjalan, PLN memproyeksikan rasio pengisian daya di Jawa Timur akan membaik hingga mendekati angka 1:15 pada akhir 2026.

Baca Juga:  Hotel Santika Pandegiling Rayakan Hari Ayah dan HKN Bersama BNN Surabaya

Selain memperbanyak titik, PLN juga mengondisikan jenis pengisi daya (charger) sesuai karakteristik lokasi dan kebutuhan pengguna. Di lokasi strategis seperti PLN UP3 Surabaya Barat, disediakan mesin pengisian cepat (ultra fast/fast charging) arus DC, serta pengisi daya standar arus AC untuk pengguna yang memarkir kendaraannya dalam durasi lebih lama.

Langkah perluasan jaringan ini diprioritaskan di wilayah dengan tingkat mobilitas kendaraan listrik tinggi, seperti Surabaya Raya dan jalur lintasan antarprovinsi menuju Bali.

Evaluasi pola konsumsi energi, karakteristik pengguna, dan potensi permintaan di lapangan akan menjadi pijakan PLN untuk memetakan penataan infrastruktur SPKLU pada 2027 mendatang.

Pos terkait