Bukan Sekadar Angka, Pemprov Jatim Kawal Rp2,4 Triliun Investasi EJIF 2026 Jadi Lapangan Kerja

Bukan Sekadar Angka, Pemprov Jatim Kawal Rp2,4 Triliun Investasi EJIF 2026 Jadi Lapangan Kerja
Ajang East Java Investment Forum (EJIF) 2026 yang digelar di Exhibition Hall Grand City Convex Surabaya. (Foto: Ist)

Surabaya, (DOC) – Komitmen investasi sebesar Rp2,4 triliun resmi terkunci dalam ajang East Java Investment Forum (EJIF) 2026 yang digelar di Exhibition Hall Grand City Convex Surabaya, Senin (5/10/2026).

Namun, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan tidak akan berpuas diri hanya pada angka di atas kertas target utamanya adalah mengeksekusi komitmen jumbo tersebut menjadi proyek riil yang menyerap tenaga kerja dan menggerakkan roda ekonomi daerah.

Bacaan Lainnya

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menekankan pentingnya mengawal daftar proyek ( project list ) yang ditawarkan agar tidak berhenti pada penandatanganan kesepakatan belaka.

“Semoga dari list project yang ditawarkan bisa menjadi investasi yang konkret. Alhamdulillah Rp2,4 triliun investasi tercatat di EJIF pada hari ini,” tegas Emil saat membuka forum bisnis tahunan tersebut.

Menurut Emil, capaian ini merupakan buah dari perjuangan kolektif lintas sektor untuk mempertahankan Jawa Timur sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Jawa Timur, kata dia, tidak sekadar berambisi menjadi daerah tujuan modal, tetapi tempat di mana investasi dapat tumbuh dan terhubung langsung dengan rantai pasok lokal.

Untuk mewujudkannya, Pemprov Jatim membidik sektor manufaktur dan penguatan kawasan strategis seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri Halal, hingga pengembangan kawasan industri baru sebagai pengungkit utama. Strategi ini ditopang oleh kesiapan infrastruktur pelabuhan, bandara, serta penguatan konektivitas interkoneksi kawasan.

” Strategic direction kita adalah menawarkan peluang investasi bagi calon investor. Kita harus betul melihat di mana posisi investasi ini bagi Jawa Timur. World rapidly changing, kalau ekosistem tidak di-upgrade, kita bisa tertinggal. Kita harus pertahankan positioning kita,” kata Emil, sembari menegaskan kesiapan Jatim menyokong visi Gerbang Baru Nusantara.

Senada dengan Pemprov, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Ibrahim, mengingatkan bahwa indikator keberhasilan investasi wajib dirasakan langsung oleh masyarakat melalui multiplier effect(efek berganda).

Baca Juga:  Pemprov Jatim Susun Skema Penggunaan Dana Desa Sebagai BLT

“Investasi itu ada value-nya. Keberhasilan tidak cukup diukur dari nilai rupiah yang masuk, tapi sejauh mana kemiskinan bisa dikurangi, kesempatan kerja meningkat, dan kesejahteraan masyarakat menjadi lebih baik,” tegas Ibrahim.

Ibrahim optimistis daya tarik investasi Jawa Timur bakal terus menguat. Kombinasi antara pertumbuhan ekonomi daerah yang stabil, tingkat inflasi yang terkendali, serta ketersediaan SDM yang memadai menjadi pondasi utama yang meyakinkan para investor untuk menanamkan modalnya di Jawa Timur.

Pos terkait