Lumajang,(DOC) – Musim kemarau yang melanda hampir seluruh negeri, nampaknya berimbas pada 25 Desa di 6 Kecamatan Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Krisis air bersih hingga kekeringan mulai mengancam daerah – daerah tersebut.
“Ada 6 Kecamatan yang mengalami krisis air bersih ,antara lain, Kecamatan Klakah, Ranuyoso, Padang, Randuangung dan Gucialit,”Ujar Hendro Wahyono Kabid Pencegahan kesiagaan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Selasa (18/8/2015).
Untuk mengantisipasi kekeringan dan krisis air, menurut Hendro, BPBD Kabupaten Lumajang sudah menyiapkan 3 mobil tangki air untuk men-suplai air bersih ke warga.
Ia menjelaskan, sekarang sumber air di 6 kecamatan mulai mengecil dan sumur warga di 25 desa tersebut mulai kekeringan. “Beberapa desa sudah kesulitan mendapatkan air bersih,” kata Hendro.
Selain menyiapkan 3 mobil tangki berkapasitas 5.000 liter untuk mensuplai air bersih ke warga sebanyak 3 kali perhari, BPBD juga akan menambah pompa hidran(dongki air), untuk mengantisipasi kekeringan di desa yang rawan.
“Sehari suplai air ke warga menggunakan mobil tangki sebanyak 9 kali. Sementara penanganan bencana kekeringan, kita akan memasang dongki air di Desa yang rawan kekeringan,” Kata Hendro.
Ia menambahkan, BPBD sekarang baru satu memasang pompa hidran di Desa Buek, kecamatan Randu Agung Lumajang. Rencananya di tahun 2016 dua pompa hidran akan di pasang.
“Pada tahun 2016 kita akan pasang di Desa Curah Lengkong, kecamatan Kedungjajang, dan Desa Kebonan, Kecamatan Klakah,”ujanya.(im/r7)