Surabaya,(DOC) – Walikota Surabaya Tri Rismaharini menjadi salah satu pembicara penting pada salah satu rangkaian acara The Third Session Preparatory Committee(Prepcom) for Habitat III di ruang Crystal lantai 3, Grandcity Convex and Mall Surabaya.
Dalam paparannya di hadapan sejumlah delegasi asing, Walikota Tri Risma menyampaikan beberapa keberhasilan yang dicapai pemerintah kota Surabaya selama kepemimpinannya, sejak tahun 2010 lalu.
Ia menjelaskan, lingkungan nyaman dan bersih diperkotaan hingga di perkampungan tercipta sejak dirinya menerapkan program pengelolaan sampah dengan pola reduse, reuse dan recycle.
“Masyarakat sekarang mengerti bagaimana mengelola kampung yang bersih,” terangnya, Selasa (26/7/2016)
Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan kota(Bappeko) Surabaya ini, menjelaskan, kesadaran masyarakat yang mulai terbentuk melalui program tersebut, membuat volume sampah yang dihasilkan oleh industri, rumah tangga, perkantoran dan lingkungan lainnya menurun drastis setiap tahunnya.
“ Tiap tahun, sampah yang dihasilkan turun 10 persen,” paparnya
Risma menambahkan, di awal dirinya memimpin, volume sampah yang dihasilkan oleh masyarakat mencapai 3000 ton per-hari. Sekarang telah berkurang hingga 1.400 ton perhari.
Begitu pula dengan limbah domestik dan industry yang kini sudah dikelola oleh masyarakat.
“Sekarang air limbah industri dan rumah tangga sebagian masyarakat, bisa digunakan untuk menyiram tanaman dan mencuci kendaraan,” terang Risma.
Selain masalah lingkungan, Tri Rismaharini juga memaparkan keperduliannya terhadap dunia pendidikan. Menurut Walikota perempuan ini, layanan pendidikan gratis yang dulu hanya 6 tahun, kini telah di tambah menjadi 9 tahun.
Sementara untuk program pembangunan, Risma menambahkan, Surabaya kini telah membentuk kampung pendidikan yang warganya mempunyai komitmen menjaga keamanan lingkungan dan terbebas dari asap rokok hingga di dalam rumah.
“Jadi warga dilarang merekok di dalam rumah dan sekitar wilayah kampung,” paparnya.
Risma juga mengaku, bahwa Surabaya memiliki peningkatan siswa berprestasi. Ditahun 2010 lalu, jumlah siswa yang berprestasi sekitar 300 anak dan sekarang mencapai 5.000 anak.
Fasilitas penunjang untuk mewujudkan itu semua yaitu, dengan membangun sedikitnya 1.000 perpustakaan di sejumlah kawasan kota.
“Prestasi itu ditingkat nasional maupun internasional,” jelas mantan Kepala Dinas Kebersihan ini.
Sedangkan, untuk program kerja di sektor kesehatan, Walikota juga memaparkan, berbagai sejumlah fasilitas yang disediakan untuk masyarakat, mulai dari training untuk olahraga, hingga penyediaan sarana dan infrastruktur olahraga.
“Kami buatkan lapangan olahraga dan taman bermain di hampir seluruh kawasan agar fisik anak-anak sehat,” katanya
Ia bermimpi pada tahun 2020, Surabaya memiliki tim yang tangguh yang bersaing di tingkat dunia. “Saat ini, pemerintah kota telah membina pemain bola untuk anak usia 12 – 16 tahun,” ungkapnya..
Merespon perkembangan tehnologi informasi, Risma mengaku, telah membangun 39 lokasi broadband leaning center dan memberikan kesempatan masyarakat kurang mampu untuk belajar komputer gratis. Tak heran jika sekarang fasilitas internet yang disediakan telah dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan usaha via online.
“Tahun 2010, saat kami mulai 92 UKM sekarang lebih dari 3000 UKM yang memanfatkannya, bahkan beberapa diantaranya bisa ekspor,” katanya.
Menyinggung tingkat kemiskinan, ia menyampaikan, selama kepemimpinannya jumlah masyarakat miskin terus berkurang. “Di tahun 2010, angka kemiskinan mencapai 35 persen dari jumlah penduduk dan sekarang menjadi 9 persen,” pungkasnya.(k4/r7)