Anak Usia 2.5 Tahun Tewas, Ditikam 2 Belah Pisau Oleh Ibu Kandungnya Sendiri

Medan,(DOC) – Diduga menderita stress, Pretty Hasibuan (32) seorang ibu di Medan, Sumatera Utara (Sumut), tega membunuh Muhammad Altahir anak kandungnya yang masih berumur 2,5 tahun.
Korban ditikam di rumah kontrakan pelaku, Jl. Besar Delitua Gang Dahlia, Desa Suka Makmur, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deliserdang, Sumut, Minggu (15/1/2017) kemarin, sekitar pukul 12.00 Wib.
Kapolsek Delitua, Medan Sumut, Kompol Wira Prayatna menyatakan, dalam kejadian tersebut, polisi sudah memeriksa empat saksi, yakni Sutan Hasibuan (39), Melisa (29), Dewi (30), dan Ratimin (40).
“Keterangan saksi, korban selesai mandi dan masuk ke kamar. Kemudian ibunya menikam anaknya dengan pisau berkali-kali hingga tewas. Sampai sekarang motiv-nya belum diketahui,” ungkap Kompol Wira.
Ia menjelaskan, saksi Dewi saat itu melihat sejumlah anak yang berlarian keluar rumah dengan berteriak minta tolong. Sutan pemilik rumah bersama Melisa mendatangi rumah setelah mendapatkan kabar dari Dewi.
“Sutan melihat korban sudah tidak bergerak dengan kondisi usus keluar dan penuh darah. Kemudian korban dibawa ke rumah sakit, lalu menghubungi Polsek Delitua,” ujarnya.
Menurut keterangan saksi, usai membunuh korban, pelaku sempat menakut-nakuti dua keponakannya yang tinggal serumah dengannya dengan mengacung-ngacungkan pisau. Dia mengajak bermain dengan pisau, sehingga satu keponakannya sempat terkena sabetan pisau pelaku.
“Untungnya mereka berhasil melarikan diri keluar rumah sambil berteriak,” imbuhnya.
Selain mengamankan pelaku, dilokasi kejadian pihak kepolisian juga menemukan barang bukti dua bilah pisau dan baju korban. Berdasarkan keterangan para saksi, pelaku diduga stress sehingga pihak kepolisian membawanya ke rumah sakit jiwa.
“Kita telah berkoordinasi dengan Rumah Sakit Bhayangkara, Medan, untuk melakukan autopsi. Sementara kasus masih dalam proses penyelidikan. Keterangan penghuni rumah, pelaku ini tertutup, pendiam. Dugaan sementara stres, karena kadang muncul seperti pemikiran aneh. Bicara-nya juga sering nggak nyambung,” pungkas Kapolsek Delitua.(detik/tribun/r7)