PLN Upayakan Penormalan Pasokan Listrik dari Dua Pembangkit


Surabaya, (DOC) – PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur (Disjatim) berhasil mengurangi pemadaman yang diakibatkan gangguan pada pembangkit Cirebon Energy Power berkapasitas 660 MW dan PLTU Suralaya unit 8 berkapasitas 590 MW serta menurunnya muka air di Waduk Saguling dan Cirata.
“Upaya perbaikan ini terus dilakukan dengan target nyala untuk seluruh pelanggan,” kata I Made Suprateka selaku Kepala Satuan Komunikasi Korporat melalui Manager Senior General Affair PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur, Dwi Suryo Abdullah, Kamis (27/6)
Sebelumnya, Rabu (26/9) kedua pembangkit ini mengalami gangguan yang memaksa PLN melakukan pemadaman di sebagian kecil wilayah di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat , Banten dan Jawa Timur karena mengalami penurunan tegangan di sistem 500 kV hingga 10% di Cirebon.
“Kemarin malam, beban puncak system kelistrikan Jawa Bali capai 26.750 MW, sedangkan total daya mampu 26.900 MW. Sebenarnya daya mampu cukup, namun, karena keterbatasan transfer energi dari pembangkit dari Jawa Bagian Timur ke Jawa Bagian Barat akibat tegangan rendah di Cirebon,” katanya.

“Sementara itu kondisi Pembangkit di Jawa Barat yang sudah sejak Juli 2018 mengalami penurunan kemampuan akibat gangguan pipa gas milik CNOOC yang menyebabkan PLTGU Cilegon kehilangan daya sebesar 300 MW, maka gangguan di PLTU Suralaya, PLTU IPP Cirebon dan penurunan muka air di PLTA Cirata hari ini menyebabkan terjadi pemadaman sebesar 500 MW” ungkap I Made.

Saat ini dikatakan Made, PLN sedang melakukan penormalan secara bertahap terhadap Gardu Induk yang berada di Jateng, DIY, Jatim, Banten dan Jawa Barat. “Bagi para pelanggan yang terkena dampak pemadaman, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. PLN tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat” dengan harapan pelanggan bisa segera menyala, dan kembali menikmati pelayanan listrik dari PLN” tutup Made. (JN/hjr)

Baca Juga:  PLN Buka Lowongan Pegawai Besar-besaran Khusus untuk Warga Papua

Pos terkait