
Surabaya, (DOC) – Meracik parfum kini bukan lagi dominasi para ahli wewangian, melainkan menjadi aktivitas seru yang memikat warga Surabaya. Lewat ajang Small Party with Arroma yang digelar di Studio Tujuh Pagi, Jalan Kaca Piring Nomor 6, Surabaya, Minggu (23/8/2026). Para peserta diajak melampaui kebiasaan membeli parfum siap pakai demi menemukan wangi yang mewakili karakter diri secara personal.
Dalam ruang kreatif tersebut, deretan pilihan note aroma disediakan langsung di meja racik. Dibimbing pengajar resmi Arroma, peserta bebas mencium, memadukan, dan bereksperimen menciptakan formulasi wewangian sendiri—mulai dari karakter segar, manis, hangat, hingga elegan.
Pengajar resmi Arroma, Rosana, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai wadah pengembangan hobi yang inklusif dan terjangkau bagi masyarakat luas. “Kegiatan ini merupakan sebuah wadah kesempatan untuk mengembangkan hobi dengan biaya yang terjangkau,” ujar Rosana.
Konsep display bahan yang ditawarkan memungkinkan peserta bereksperimen dengan beragam bahan aroma secara langsung tanpa perlu membelinya satu per satu secara terpisah.
Sensasi meracik wewangian sendiri memberikan pengalaman baru bagi para pencinta parfum. Amanda, salah satu peserta, mengaku sangat menikmati kebebasan berkreasi dalam meramu aroma yang tak pasaran.
“Seru dan bebas berkreasi menciptakan aroma yang unik sesuai karakter saya. Kalau membeli parfum refill, aromanya biasanya sudah template dan merupakan aroma yang mirip atau meniru brand lain. Kalau membuat sendiri, tentu hasilnya akan unik dan jarang dimiliki orang lain,” ungkap Amanda.
Bagi peserta, proses membandingkan, menimbang, hingga menetapkan racikan menjadi ajang edukatif untuk lebih mengenali selera pribadi lewat indera penciuman.
Keunikan acara ini semakin terasa berkat lokasi acara di Studio Tujuh Pagi, sebuah kedai cokelat yang merangkap ruang kreatif. Kolaborasi ini memberi dimensi baru dalam peracikan parfum, khususnya lewat eksplorasi aroma gourmand karakter wewangian yang terinspirasi dari kuliner dan hidangan manis.
Pemilik Studio Tujuh Pagi, Ardhia, menuturkan bahwa atmosfer kedai memberikan inspirasi segar bagi peserta. “Peserta juga bisa mengeksplorasi aroma jika ingin membuat aroma gourmand, karamel, atau cokelat yang manis,” kata Ardhia.
Nuansa cokelat yang hangat serta karamel yang lembut membawa kesan familiar sekaligus menggoda dalam racikan parfum buatan peserta.
Small Party with Arroma membuktikan bahwa eksplorasi parfum dapat dinikmati secara santai tanpa kesan formal yang kaku. Peserta diajak melatih kepekaan indera, keberanian bereksperimen, hingga kesabaran dalam menemukan racikan yang presisi.
Sebagai penutup pengalaman kreatif ini, setiap peserta dapat membawa pulang parfum buatan sendiri berukuran 10 mililiter. Kolaborasi Arroma dan Studio Tujuh Pagi sukses menunjukkan bahwa wewangian terasa jauh lebih bernilai ketika dibuat langsung oleh jemari sang pemilik cerita.





