Lawan Diabetes dengan Inovasi: Kisah Sukses UMKM Surabaya Tembus Pasar Dunia Lewat Kopi Tanpa Gula

Lawan Diabetes dengan Inovasi: Kisah Sukses UMKM Surabaya Tembus Pasar Dunia Lewat Kopi Tanpa Gula
Inovasi kopi tanpa gula yang ramah diabetes. (Foto: Ist)

Surabaya, (DOC) – Bagi penderita diabetes, menjaga kadar gula darah sering kali berarti harus mengorbankan kenikmatan kuliner, termasuk minum kopi. Namun, berawal dari perjuangan pribadi melawan diabetes, seorang pelaku UMKM asal Surabaya, Lidia Silvi Listio, berhasil menciptakan inovasi yang mengubah tantangan tersebut menjadi peluang bisnis global.

Bacaan Lainnya

Melalui Koffiku, Lidia yang juga pendiri dan CEO CV Freysea Indo Citra, sukses mengembangkan kopi instan tanpa gula dan tanpa ampas yang ramah bagi penyandang diabetes. Inovasi produk ini tidak hanya diminati di dalam negeri, tetapi kini telah berhasil merambah pasar internasional.

Ide kopi yang ramah bagi penderita diabetes ini, lahir dari keinginan Lidia untuk tetap bisa menikmati kopi hitam tanpa harus khawatir dengan konsumsi gula berlebih yang berisiko bagi kesehatannya.

“Sebagai penyandang diabetes, saya ingin tetap bisa menikmati kopi hitam dengan pilihan yang lebih sehat. Dari pengalaman itulah Koffiku lahir,” ujar Lidia, Sabtu (18/7/2026).

Inovasi utama kopi tersebut, terletak pada proses produksinya. Menggunakan biji kopi pilihan dari Jawa dan Sumatra, serta memanfaatkan teknologi ekstraksi dan pengeringan khusus. Proses ini menghasilkan kopi instan yang larut sempurna tanpa menyisakan ampas, sekaligus mempertahankan cita rasa khas kopi Nusantara tanpa memerlukan tambahan gula.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap isu kesehatan, pihaknya juga aktif mengampanyekan gaya hidup sehat melalui gerakan #KurangiGula dan #NgopiSehatTanpaDiabetes.

Perjalanan inovasi ini dimulai pada tahun 2018 sebagai usaha rumahan di sela-sela kesibukan Lidia sebagai karyawan. Siapa sangka, solusi sehat yang dirintis dari skala kecil ini kini telah diekspor ke berbagai negara, seperti Malaysia, Korea Selatan, Jepang.

“Kami bersyukur produk ini sudah diterima di beberapa negara. Harapannya, kopi sehat Indonesia dapat semakin dikenal dan memiliki daya saing di pasar internasional,” kata Lidia.

Baca Juga:  Bukan Cuma-cuma, Wali Kota Eri Cahyadi Ungkap Syarat Gen Z Surabaya Dapat Dana Rp5 Juta per RW

Untuk memperluas jaringan ekspor, kopi tanpa gula ini juga berpartisipasi dalam ajang bergengsi Trade Expo Indonesia 2025 dengan fasilitasi dari PT Pertamina (Persero), guna menjalin kemitraan strategis dengan buyer internasional.

Komitmennya, dalam menghadirkan inovasi pangan sehat telah membuahkan berbagai pengakuan di tingkat nasional dalam dua tahun terakhir. Untuk memenuhi preferensi pasar yang beragam, ia kini telah mengembangkan varian produknya menjadi dua kategori besar, yaitu varian kopi hitam murni seperti, Robusta, Blend, Arabika, Arabika Gold, dan Robusta Agglomerated.

Selain itu, ada pula varian kopi mix yang rendah gula dan sehat. Lidia berharap pencapaian ini dapat menginspirasi pelaku UMKM lokal lainnya untuk terus berinovasi dan memberikan nilai tambah pada produk mereka. “Harapannya semakin banyak produk kopi lokal yang mampu bersaing di pasar global dengan mengedepankan kualitas, inovasi, dan nilai tambah,” pungkasnya.

Pos terkait