
Ketua Harian KONI Jatim, M Nabil, dalam keterangannya, Selasa (2/10) mengatakan pihaknya telah menyiapkan santunan untuk keluarga korban yang ditinggalkan. Akan tetapi mengenai nilai santunan tidak mau merinci berapa santunan yang akan diberikan.
“Kami turut berbela sungkawa atas meninggalnya atlet Paralayang Jatim. Bahkan kalau kita bicara santunan tentu tidak etis, yang pasti kami sudah siapkan,” ujar Nabil.
Mengenai kepulangan atletnya, Nabil mengatakan, pihaknya akan menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan. Bahkan ia juga telah menyiapkan tim untuk ke rumah duka untuk takziah. “Mengenai kepulangan tentu akan kami bantu urus, dan kami juga siapkan tim untuk takziah ke Malang,” katanya.
Sementara, Ketua Umum Pengprov Fasi Jatim, Arif Eko Wahyudi, menyebut tinggal dua atlet paralayang Jatim yang belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian. Mereka adalah Reza, dan Fahmi Rudy. “Ya sekarang lagi proses evakuasi. Tinggal Reza dan Fahmi yang belum ditemukan,” ujarnya.
Sebelumnya ada tujuh atlet Paralayang yang mengikuti kejuaraan di Palu, Sulawesi Tengah dan tiga diantara atlet tersebut merupakan atlet Puslatda milik Jawa Timur.(JN/ris/s)