Mundurnya Dirut PD RPH Tak Pengaruhi Kinerja, Wali Kota Segera Tunjuk Plt

Surabaya,(DOC) – Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini tak merasa terganggu dengan mundurnya Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Rumah Potong Hewan (RPH), Teguh Prihandoko.

Bahkan Risma panggilan akrabnya, mengaku, sudah menerima surat pengunduran diri Teguh Prihandoko sebagai Dirut PD RPH, beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

Dia menyatakan, tak bisa nggandholi seseorang yang ingin melepaskan jabatannya.

“Tidak apa-apa. Saya tak bisa memaksa seseorang tetap bertahan. Kalau mundur silakan,” kata Risma, usai acara refleksi akhir tahun bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di rumah dinas Wali Kota Surabaya, Senin(31/12/2018).

Menurutnya, sebagai tahapan atas pengunduran diri itu, dirinya akan menyiapkan pengganti dirut PD RPH. Sementara ini jabatan dirut diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) yang akan dipilihkan dari dua direktur PD RPH yang lain.

Untuk diketahui, selain Dirut Teguh Prihandoko, ada jabatan dua direktur lainnya. Mereka adalah Direktur Keuangan Romi Wicaksono dan Direktur Jasa Niaga Bela Bima.  “Kita akan rekrut yang baru. Nanti coba kita evaluasi. Katanya dua direktur di RPH bagus. Justru yang dua ini yang bagus,” ujarnya.

Secara terpisah, Asisten II Sekretaris Kota (Sekkota) M. Taswin menambahkan pasca-pengunduran diri Dirut RPH Prihandoko, saat ini pihaknya melakukan proses evaluasi. Ia mengamini bahwa wali kota akan menunjuk plt untuk mengisi kekosongan jabatan dirut.

Selanjutnya, PD RPH akan melakukan rekrutmen kembali untuk mengisi kekosongan itu secara tetap. “Kalau sudah diangkat plt baru proses rekrutmen dilakukan,” katanya. 

Ditanya siapa Plt yang ditunjuk, Taswin belum bisa mengatakan. Dijelaskan, pihaknya masih melakukan evaluasi di RPH. Hanya saja, Taswin memperkirakan Plt akan dijabat satu di antara dua direktur di RPH.

Di sisi lain, mengenai penyebab Teguh Prihandoko mengajukan pengunduran diri, Taswin membenarkan bahwa yang bersangkutan merasa sudah yidak ada kecocokan kerja dengan direksi lainnya.

Mengenai alasan mundur dari Teguh Prihandoko sebagai Dirut RPH, Taswin mengatakan berdasarkan surat pengunduran diri yang dikirim ke Wali Kota Surabaya karena dirut tidak bisa kerja sama lagi dengan dua direkturnya. “Tidak ada kesamaan persepsi di internal direksi RPH dalam menjalankan organisasi perusahan,” ujarnya.(robby/r7)