Surabaya, (DOC) – Anggota DPRD Kota Surabaya dari daerah pemilihan (Dapil) 3, Arif Fathoni bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya dan Satpol PP Kota Surabaya memediasi keluhan warga Rungkut Kidul terkait pencemaran udara (limbah debu) oleh sejumlah pabrik di kawasan
Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER). Pertemuan dilakukan di Kantor PT Smart TBK, Selasa (9/2/2021).
Limbah debu tersebut diduga dari PT Smart Tbk yang berada di kawasan SIER. Dan, hampir tiga pekan limbah debu dari produksi yang menggunakan bahan bakar batu bara sangat mengganggu kesehatan warga, terutama penyakit gangguan pernafasan (ISPA).
Perwakilan PT Smart Tbk, Sapri membantah atas tudingan bahwa limbah debu itu bukan berasal dari salah satu perusahaan saja. “Kami juga komplain kepada PT SIER terkait limbah debu ini. Limbah tersebut juga mencemari karyawan perusahaannya. Kami sudah bersurat kepada manajemen PT SIER dan sudah ada mediasi beberapa perusahaan. Jadi tinggal tunggu hasilnya limbah debu ini berasal dari perusahan mana,”ungkap dia.
Perwakilan Warga Rungkut Kidul, Ali Saifulloh mengatakan, dampak limbah debu yang dirasakan warga Rungkut Kidul kurang lebih tiga pekan ini berasal dari PT Smart Tbk. “Terutama limbah debu batu bara ini berdampak pada Masjid Al – Mustofa. Selain masjid kotor, jemaah masjid terganggu kesehatannya, otomatis mengganggu kekhusukan para jemaah saat menjalankan ibadah di masjid tersebut,” kata Ali yang juga Ketua NU Ranting Rungkut Kidul, Selasa (9/2/2021).
Untuk itu, lanjut dia, warga Rungkut Kidul meminta kepada perusahaan-perusahaan yang diduga menghasilkan limbah debu dan mencemari permukiman warga harus dipertanggungjawabkan. “Misalkan bagi warga terdampak kesehatan bagaimana tanggungjawabnya agar mereka bisa sehat kembali,” tandas dia.
Sementara anggota DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni menyampaikan, bahwa PT SIER telah mengajukan sampling ke ITS dan sudah ada hasilnya. “Sudah ada perusahaan yang diduga menjadi penyebab munculnya limbah debu tersebut. Tapi dugaan sebelumnya ada empat perusahaan yang melakukan hal yang sama,” tegas Toni, panggilan Arif Fathoni.
Toni yang juga, Ketua DPD Partai Golkar Surabaya mengungkapkan, secara empiris melihat di kawasan pabrik produksi minyak Filma ada asap hitam menggumpal dari cerobong asap PT Smart Tbk. “Tapi ternyata PT Smart juga mengadukan keluhan yang sama. Jadi sambil menunggu dari hasil ITS, saya meminta kepada PT SIER untuk secepatnya melakukan pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga Rungkut Kidul, sehingga kesehatannya terjamin,” tegas Toni.
Toni menambahkan, agar karpet-karpet di masjid yang tercemar debu dan rusak segera diganti karena dibuat salat berjemaah warga Rungkut Kidul. “Apalagi warga Rungkut Kidul terkenal religius. Jangan sampai mereka tidak salat berjemaah gara-gara limbah debu yang di duga dari pabrik-pabrik di kawasan SIER,” tandas dia.
Perwakilan PT SIER, Teguh menyampaikan, secara teknis PT SIER sudah ada tenaga untuk melakukan memonitoring setiap hari. “Memang aktivitas produksi ada pabrik yang menggunakan cerobong yang menghasilkan debu. Memang tidak hanya PT Smart, tapi ada beberapa pabrik lain yang diduga,” terang dia.
Karena itu, lanjut dia, pihaknya sudah menggandeng ITS untuk melakukan penelitian soal limbah debu ini berasal dari perusahaan mana saja. “Dalam waktu dekat dari ITS akan presentasi membuktikan produksi debu ini dari material apa saja dan berasal dari perusahaan mana saja. Tunggu saja dari pembuktian hasil laboratorium dari ITS,” pungkas dia.(dhi/fr)