Jokowi Sebut Korban Meninggal Akibat Banjir NTT Capai 163 Orang

Lembata (DOC) – Presiden Joko Widodo menyebutkan, korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 163 jiwa.
Selain itu, ada puluhan orang yang hilang dan masih belum ditemukan.

Bacaan Lainnya

Hal ini Jokowi sampaikan saat mengunjungi salah satu lokasi bencana di Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape, Lembata, NTT, Jumat (9/4).

“Sampai siang hari ini, total korban di Nusa Tenggara Timur ada 163 yang meninggal dan masih dalam pencarian 45 orang,” kata Jokowi melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, dikutip Kompas.com, Jumat (9/4).

Terkait hal ini, Jokowi mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk terus melalukan pencarian.

Namun, menurut dia, keadaan lapangan yang dipenuhi bebatuan besar sangat menyulitkan operasional alat-alat besar yang digunakan dalam proses pencarian korban.

“Tapi, sudah saya perintahkan agar terus dicari dan ditemukan yang masih hilang 45 orang,” ujarnya.

Jokowi pun memastikan bahwa logistik untuk para pengungsi sudah tercukupi. Kendati demikian, jumlah warga yang mengungsi tidak terlalu besar.

“Hanya tadi ada dari masyarakat menyampaikan BBM-nya mahal. Ya, saya terima,” katanya.

Menurut Jokowi, warga yang berada di lokasi terdampak akan direlokasi.

Terkait rencana ini, Jokowi telah berbicara dengan Gubernur NTT dan Bupati Lembata. Relokasi akan dilakukan secepat-cepatnya.

“Terakhir, saya secara pribadi dan mewakili pemerintah mengucapkan duka yang mendalam atas korban yang ada. Semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan, diberikan tempat yang terbaik, dan yang ditinggalkan diberikan keikhlasan dan kesabaran,” kata Jokowi.

Sebelumnya diberitakan, banjir disertai dengan longsor terjadi di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, NTT, Minggu (4/4). (kc)