Jakarta, (DOC) – Setiap 29 Mei diperingati sebagai Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN). Peringatan kali ini berbeda karena di saat pandemi Covid. Peringatan ini diberi tema “Lansia Bahagia Bersama Keluarga” yang dimaknai bahwa keluarga sebagai lembaga sosial terkecil menjadi tempat “persemaian” bagi setiap orang
Menteri Sosial Tri Risma Harini mengatakan peringatan HLUN ke 25 saat pandemi tidak menghalangi rasa suka cita bagi para lanjut usia dan keluarga merayakan kendati dirayakan sederhana.. “Peran lansia sebagai panutan bagi generasi muda, seperti Dr. KRT Radjiman Widiodiningrat didaulat jadi pimpinan sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI),” ujarnya, Kamis (20/05/2021).
Mensos mengaku, Presiden RI memberikan penghormatan atas jasa, pemikiran dan kebijakan dari tokoh Dr KRT Radjiman Widiodiningrat sebagai anggota paling sepuh pada 29 Mei 1945. “Kendati kita harus tetap mengikuti protokol kesehatan dengan 5 M sebagai upaya mengurangi risiko penyebaran pandemi Covid 19, ” ungkapnya.
Ia juga menuturkan posisi keluarga menjadi sangat penting dan dominan, sebab keluargalah semua bisa melakukan interaksi dan komunikasi baik antara orang tua dengan anak maupun sebaliknya. “Di lingkungan keluarga peran orang tua selain sebagai pengayom, juga sebagai teman yang tepat bagi para generasi penerus bangsa,” tuturnya.
Risma menjelaskan situasi tersebut maka terjadi simbiosis mutualisme antargenerasi, yaitu generasi muda menghargai, menyayangi dan menghormati orang tua. “Menghargai, menyayangi dan menghormati tidak berarti sesuatu sikap yang berlebihan, sebab menjadi lansia merupakan keniscayaan,” pungkasnya.
Ia menghimbau bagi generasi penerus harus memahami hakekat orang tua dalam keluarga dan masyarakat, sebagai bagian tak terpisahkan dari struktur dan kultur sosial. “Saya minta generasi penerus memahami hakekat orang tua, khususnya para lansia di dalam keluarga dan masyarakat, sebab keduanya bagian tak terpisahkan dari sebuah struktur dan kultur sosial,” tutupnya. (hm/r7)