Abdul Mu’ti Tegaskan Gizi Bukan Tambahan, Tapi Fondasi Pendidikan Berkualitas

Abdul Mu’ti Tegaskan Gizi Bukan Tambahan, Tapi Fondasi Pendidikan Berkualitas
Abdul Mu’ti Tegaskan Gizi Bukan Tambahan, Tapi Fondasi Pendidikan Berkualitas

Jakarta, (DOC) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Badan Gizi Nasional resmi menandatangani Nota Kesepahaman untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan pemenuhan gizi peserta didik di seluruh Indonesia. Penandatanganan berlangsung di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (27/3), menandai komitmen strategis pemerintah dalam mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa gizi yang baik adalah fondasi bagi kualitas pendidikan.

Bacaan Lainnya

“Pendidikan tidak bisa berjalan maksimal jika anak-anak belajar dalam kondisi kekurangan gizi. Karena itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi tonggak penting,” ujarnya.

Mu’ti menyampaikan apresiasi atas gerak cepat Badan Gizi Nasional dalam mengakselerasi pelaksanaan MBG yang di mulai secara penuh sejak Januari 2025. Ia menekankan bahwa program ini juga menjadi wahana pendidikan karakter, termasuk membiasakan berdoa sebelum makan, menjaga kebersihan, dan menanamkan nilai tanggung jawab.

Sebagai bagian dari sistem pendukung MBG, Kemendikdasmen mengoptimalkan peran UKS, mendigitalisasi sarana-prasarana pendukung gizi, serta memperkuat pemantauan melalui dashboard data MBG berbasis bukti.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hendiyana, menjelaskan bahwa kerja sama ini adalah bagian dari strategi nasional dalam menurunkan angka kekurangan gizi dan mencegah stunting.

“Saat ini pertumbuhan penduduk Indonesia mencapai sekitar 3 juta jiwa per tahun, dengan sekitar 70 juta anak usia sekolah yang layak menerima manfaat MBG. Program ini adalah bentuk nyata investasi jangka panjang dalam pembangunan SDM,” jelasnya.

Kesulitan Akses Gizi Seimbang

Ia menambahkan, banyak anak dari keluarga miskin masih sulit mengakses gizi seimbang.

“Program ini menyasar kelompok rentan, memastikan mereka mendapatkan asupan lengkap—protein, serat, karbohidrat, buah, dan susu. Kalau kita gagal melakukan intervensi hari ini, kita akan menghadapi kualitas tenaga kerja yang rendah di 2045,” tegas Dadan.

Baca Juga:  Warga RW 03 Dapat Layanan Lengkap di Posyandu Rutin

Dadan juga membagikan dampak positif dari MBG.

“Di sekolah-sekolah yang sudah menjalankan MBG lebih dari setahun, angka kehadiran meningkat hingga 99%. Anak-anak lebih aktif, ceria, dan sehat. Bahkan di Papua, ada nenek yang kesulitan membangunkan cucunya untuk sekolah. Tapi sejak ada makanan bergizi, anak itu justru bangun lebih awal, semangat ke sekolah,” ceritanya.

Dalam laporannya, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyampaikan bahwa Nota Kesepahaman ini mencakup peningkatan kapasitas SDM, edukasi, pemanfaatan sarana, hingga pertukaran data dan informasi antar-lembaga.

“Ini hasil kerja lintas kementerian yang sudah dimulai sejak September 2024. Dengan adanya kesepahaman ini, kami harap sinergi bisa di jalankan lebih konkret dan berdampak langsung ke peserta didik,” ujar Suharti.

Penandatanganan ini juga melibatkan mitra strategis seperti UNICEF dan Tanoto Foundation sebagai bagian dari ekosistem pendukung. Acara di tutup dengan pertukaran cinderamata dan sesi foto bersama. (r6)

Pos terkait