
Surabaya,(DOC) – Proyek pemasangan box culvert yang ambles hingga membuat akses jalan terganggu dan distribusi air PDAM ke pelanggan padam, mulai di kebut pembenahannya oleh Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya.
Rekanan pelaksana proyek didampingi oleh Pemkot, kini tengah memasang ‘site pile’ dibadan jalan raya Menganti yang ambles agar tidak terulang lagi.
“Di titik itu kini tengah diperbaiki, sejak Minggu(3/9/2017) lalu kami lakukan pemasangan site pile, dan kita bantu PDAM untuk pemasangan pompa, karena akibat longsor itu ada jaringan PDAM yang patah,” kata Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Ganjar Siswo Pramono, Selasa(5/9/2017).
Menurut Ganjar, amblesnya jalan adalah karena kontur tanah yang kurang padat tak sesuai dengan beban jalan yang terlalu besar. Sebelum kejadian, site pile penahan beban sudah dipasang, namun tetap saja tindakan itu tak mampu menahan kendaraan – kendaraan berat yang melintas setiap hari.
“Jadi yang ada jaringan PDAM putus pun bukan karena kena garuk alat berat tapi karena tidak kuat beban kendaraan yang lewat di jalan makanya ambles,” kata Ganjar.
Ia menyebutkan, bahwa bukan kali pertama jalan tersebut ambles akibat proyek box culvert. Dulu kejadian serupa juga pernah terjadi. Untuk itu, pemasangan site pile ini bukan untuk menahan beban jalan, melainkan hanya membantu PDAM memindahkan jaringan pipa distribusi air ke pelanggan.
Agar tidak ambles lagi, lanjut Ganjar, DPUBMP akan memasang bor pail sebagai penahan jalan. Bor Pail ini juga berfungsi sebagai penguat pondasi bangun jembatan yang dibangun dilokasi amblesnya jalan.
Jembatan tersebut nanti menghubungkan jalan kembar Wiyung yang terpisah oleh sungai. Tepat di titik jalan ambles itu, seharusnya disiapkan untuk pemasangan pondasi jembatan. “Jembatan itu sekaligus kita jadikan akses putar balik lalu lintas di sana serta sebagai penghubung pemukiman warga dari utara ke selatan dari jalan lama ke jalan baru,” paparnya.
Untuk normalisasi pipa PDAM, menurut Ganjar akan selesai secepatnya. Namun untuk kelancaran lalu lintas akan membutuhkan waktu yang cukup lama.
“Sebab selama pembangunan jembatannya, separo jalan memang masih harus ditutup. Tapi setiap proyek tentu ada dampak, tapi begitu jadi akses jalan di sana akan sangat lancar sebab ada jalan kembar dan akses lalu lintas akan lebih lebar,” ucapnya.
Selama pengerjaan proyek, kendaraan berat dilarang melintas terlebih dahulu. Sekarang ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polsek setempat untuk melakukan rekayasa lalu lintas.
“Selain truk Pertamina, angkutan berat tidak boleh melintas dulu sampai jembatan terbangun. Ini untuk menghindari ada cracking lagi di jalan dan sekitar proyek jalan kembar Wiyung,” pungkasnya.
Terpisah, anggota komisi C DPRD Kota Surabaya, Vinsensius Awey meminta keseriusan Pemkot dalam mengawasi proyek Wiyung. Mengingat dilokasi proyek, space jalan sangat berhimpitan dengan pelaksanaan proyek. Padahal setiap hari jalan tersebut sangat padat dilalui warga.
“Sebab setelah kami tinjau memang di sana ada site pile, tapi renggang. Wajar tidak sampai ambles. Dan antara proyek dan jalan pengamanannya harus diperhatikan. Paling tidak ada beberapa meter untuk jarak lalu lintas dengan pelaksanaan proyek. Saya kuatir ada kendaraan terperosot kalau ada ambles susulan,” tandas Awey.(rob)


