Antony Dan Abror Juga Daftar Ke Demokrate

Surabaya,(DOC) – Antony Bachtiar terus bergerilya mendekati partai politik (parpol) sebagai kendaraan untuk maju sebagai calon walikota dalam pemilihan walikota (pilwali) Surabaya 2015. Setelah mendaftar di Partai Hanura dan Gerindra, kali ini mengembalikan formulir pendaftaran ke DPC Partai Demokrat Surabaya, Senin (8/6/2015).

Ketua DPC Persatuan Tionghoa Indonesia Raya (Petir) Surabaya ini mengaku memiliki komitmen yang kuat untuk ikut berpartisipasi sebagai calon dalam pilwali yang digelar pada 9 Desember mendatang. Komitmen itu didasari atas keinginannya membangun Surabaya sebagai kota internasional.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, rakyat Surabaya harus lebih sejahtera dan memiliki kemandirian ekonomi. Karena itu, perlu gerakan pembangunan ekononomi dengan menggerakkan pasar tradisional. Revitalisasi pasar harus dilakukan. Selain itu, pasar-pasar kecil di kelurahan juga harus diberdayakan sebagai komuditas ekonomi rakyat kecil.

“Jadi saya ingin ada anggaran Rp 100 juta untuk per RW supaya Surabaya lebih baik dan sejahtera dan juta kelurahan menjadi pusat ekonomi,” ujarnya usai mengembalikan forumulir pendaftaran di Kantor DPC Partai Demokrat Jalan Kalibokor Surabaya kemarin.

Antony berharap tidak ada perlakuan istimewa terhadap setiap bakal calon dari Partai Demokrat. Diketahui, ada tiga kader Partai Demokrat yang juga ikut mendaftar sebagai kandidat. Yakni, Muchammad Machmud, Siswandi, dan Lucy Kurniasari.

“Kalau saya daftar walikota, masalah jadi walikota atau wakil walikota terserah dari partai nanti, tapi yang jelas karena kursi Demokrat di dewan hanya enam, perlu koalisi untuk bisa ngusung calon sendiri,” terangnya.

Sebelumnya, Ketua Harian KONI Jatim Dhimam Abror, Senin(8/6/2015) hari ini juga mengembalikan formulir pendaftaran Cawali ke partai Demokrate Surabaya.  Abror, sapaaan akrab Dhimam Abror mendapatkan sambutan positif dari Panitia Pemilihan Kepala Daerah DPC Demokrat Surabaya.

Koordinator Panitia Pemilihan Kepala Daerah DPC Demokrat Surabaya Sumardi menyatakan,  dari sekian banyak Cawali dari eksternal partai, hanya Abror yang dianggap paling siap.  “Menurut kami Pak Dhimam ini cawali yang paling siap dari segala sisi. Baik dari kelengkapan administrasi pendaftaraan maupun kesiapan maju bertarung dalam Pilwali. Berbeda dengan cawali lainnya yang terkesan asal-asalan dalam hal pengembalian berkas pendaftaran,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua tim penjaringan Partai Demokrat Junaidi berjanji tidak akan ada perlakuan khusus diantara para pendaftar. Semanya memiliki peluang yang sama untuk diusung seabgai calon walikota oleh partai berlambang mercy ini.

“Kita ini hanya melakukan tugas, setelah proses pengembalian selesai pada 10 Juni ini, dari tanggal itu sampai 13 Juni proses verifikasi berkas, baru diserahkan ke DPC,” urainya.

Dari DPC juga akan dilaporkan ke DPW Demokrat Jatim yang berlanjut ke DPP Demokrat untuk diputuskan siapa calon yang akan diusung. Menurutnya, calon yang akan diusung berdasarkan elektabilitas dan popularitas.

“Nanti kita akan sosialsiasi ke PAC-PAC dan adakan survey. Tapi yang pasti, kita harus membangun koalisi untuk bisa ngusung calon sendiri. Sejauh ini masih dalam proses menjajaki koalisi besar untuk melawan PDI Perjuangan,” tukasnya.(r7)