Banyak Manfaat SKTM Bagi Masyarakat Untuk Berobat

ilustrasi(RSUD dr Haryoto Lumajang)

Lumajang,(DOC) – Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) saat berobat di rumah sakit. Ini penting agar bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis dan maksimal dari unit pelayanan kesehatan.

Dimana ada dua kategori Surat Keterangan Tidak Mampu ) yang perlu diketahui dan dipahami oleh warga Kabupaten Lumajang saat berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah setempat.

Demikian dikatakan Direktur utama RSUD dr Haryoto Lumajang dr Indrayudi Kresna Wardhana, SKTM tergolong bagi peserta PKH (peserta keluarga harapan ) dan SKTM tidak tergolong PKH atau SKTM non PKH.

“Dua SKTM ini memiliki sifat yang sama yakni meringankan beban tanggungan bagi masyarakat tidak mampu, namun memiliki perbedaan yakni pada tingkat pembiayaan yang terkafer didalamnya,” pungkapnya, Sabtu(1/9/2018).

Dr Indrayudi Kresna Wardhana menuturkan, bagi pasien yang menggunakan SKTM non PKH atau tidak termasuk dalam program keluarga harapan akan mendapatkan keringanan saja, berdasarkan peraturan yang dibuat oleh Bupati Lumajang.

“Pasien yang menggunakan SKTM non PKH, hanya dibebaskan biaya akomodasi, yaitu kamar dan gizi, tetapi tetap dibebani biaya obat dan peralatan medis dan lain lain,” imbuhnya.

Sementara untuk mekanisme, menurut dr Indrayudi pasien yang ingin memanfaatkan SKTM, pertama kali ketika harus mendaftar di loket, wajib menyampaikan bahwa si pasien punya SKTM yang dimaksud, atau sedang mengurus.

“Untuk proses pengurusan SKTM itu, tidak harus serta merta harus saat itu juga ada, pihak management memberikan batasan maksimal 3 x 24jam SKTM lengkap dengan persaratan administrasinya. Apabila belum ada, itu nanti pihak rumah sakit akan menilai apakah memang diberikan keringanan ataukah tidak,” ucap Indrayudi.

Manfaatkan SKTM sehingga pasien mendapatkan keringanan namun masih belum punya uang atau masih kurang uangnya, kata Indrayudi pihak RS masih punya opsi lain yaitu mekanisne hutang.

“Dimana hutang itu akan kita tagihkan secara setiap bulan dengan berkirim surat. Biasanya masyarakat masyarakat merespon dengan baik terkait surat itu. Kalaupun mereka tidak tetep belum bisa membeyar tetap kita kirimi surat,” tuturnya.

Dr Indarayudi menghimbau pada bawahannya untuk terus mengedepankan komunikasi dengan keluarga pasien guna menghindari salah sangka yang dan berakibat tidak baik.(mam/r4)