D-ONENEWS.COM

BI Sosialisasi QRIS Gunakan Sidik Jari, Cegah Kuman Lewat Alat Transaksi Non Tunai

Foto: Difi Ahmad Johansyah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur dan Indah Kurnia, Komisi XI DPR RI

Surabaya,(DOC) – Bank Indonesia terus melakukan sosialisasi ke masyarakat penggunaan alat pembayaran secara non tunai atau yang di istilahkan dengan Quick Response Indonesia Standard (QRIS).

Kali ini QRIS diperkenalkan ke para pemilik tenant Pasar Atom Surabaya, melalui acara talkshow di Cafe Atom.

Difi Ahmad Johansyah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, pada acara itu menyatakan, dua tahun kedepan QRIS akan banyak digunakan masyarakat karena sifatnya yang aman dan tak mudah di bobol.

Saat ini QRIS masih menggunakan password atau scan barcode, namun nantinya QRIS akan memakai teknologi lebih canggih lagi yakni dengan sidik jari atau scan retina mata.

“Scan sidik jari atau scan mata akan lebih aman dan tidak bisa dibobol,” kata Difi di hadapan undangan talkshow penggunaan dan manfaat QRIS, Jumat(13/3/2020).

Ditambahkan Difi yang menggembirakan sejak dilaksanakan sosialisasi seperti di IWAPI, di Masjid Al Akbar, Universitas Ciputra, Di Pamekasan, dan di Pasar Atom, respon masyarakat sangat baik dan luar biasa. Warga antusias untuk bisa menggunakan QRIS.

“Apa yg menjadi tujuan kami bahwa masyarakat memahami apa yang kami lakukan ini. QRIS adalah evolusi dari e money , uang elektronik dan e tol dengan masing masing PJSP. Nah QRIS hadir menyederhanakan alat pembayaran dari merchant merchant tersebut. Dengan kita belanja atau transaksi di retail uangnya pas dan bisa langsung masuk ke merchant, tidak lagi pakai uang pengembalian,” urainya.

Penggunaan QRIS bagi masyarakat Surabaya adalah hal yg biasa terutama bagi mereka yang terbiasa menggunakan alat pembayaran seperti Ovo, Go Pay, Dana dan lain lain. Difi berharap pedagang Pasar Atom yang jumlahnya mencapai 2000 tenan ini akan menjadi rawmodel bagi warga Surabaya dalam menggunakan alat pembayaran non tunai QRIS.

Di Hongkong sudah sejak lama menerapkan belanja pakai satu kartu namanya Octopus. Berharap Indonesia khususnya Surabaya dan Pasar Atom yang mengawali dengan QRIS.

Pembayaran dengan cara ini diharapkan menuju masyarakat yang efisien dan modern.

“Lima tahun ke depan toko toko di semua Plaza sudah menggunakan QRIS. Penggunaan uang tunai sekarang ini, apalagi ramai virus corona. Dengan QRIS akan bebas dari kuman karena tidak menggunakan uang tunai. Dan akan memudahkan karyawan BI dalam bertugas. Karena selama isu Corona ini, mereka semua menggunakan masker. Pekerjaan mereka kan berkaitan dengan uang yang pastinya terjangkit kuman,” imbuh Difi.

Hadir juga Indah Kurnia, Anggota Komisi XI DPR RI yang juga memberikan pemahaman soal QRIS.

Menurut dia, penggunaan QRIS adalah

upaya Bank Indonesia memudahkan transaksi perdagangan maupun konsumsi, selain aman mudah dan biayanya murah.

“Bagi merchant hanya dikenakan 0,7 persen. Namun kemudahannya tidak perlu lagi harus bawa banyak kartu, karena fasilitas pembayarannya cukup melalui gadget. Bayangkan saja saat ini ada 27 penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP), apa gak bingung,dengan satu QRIS respon pembayarannya sangat cepat dana berpindah dari rekening ke aplikasi,” kata Indah.

Terkait isu virus Corona, menurut Indah, semua sektor ekonomi di hampir semua negara terpuruk dan kondisi seperti ini tidak tahu sampai kapan.

“Pergerakan manusia dan barang makin sulit dan terhambat. Indonesia pesimis sekaligus optimis dengan slogan SDM unggul indonesia maju maka QRIS

merupakan jawaban kita semua dengan sistim pembayaran lebih baik buka wawasan tanpa menghambat pembeli dalam belanja,” kata Indah seraya menambahkan adanya QRIS dan semua masyarakat menerapkan maka komisi XI DPR RI tidak lagi harus menyetujui berapa uang yang harus dicetak, berapa uang yg harus dihancurkan.(r7/on)

Loading...

baca juga