BMKG Imbau Masyarakat Tak Panik Soal Gempa di Blitar, Gelar Teleconfrence Dengan Media

Blitar, (DOC) – BMKG (Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) menggelar konferensi Pers secara daring terkait Gempa tektonik yang terjadi di wilayah Blitar, Jawa Timur pada Jumat (22/05/2021) pukul 21.30 WIB. Hasil info pendahuluan BMKG menunjukkan gempabumi ini berkekuatan M=6,2 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,9. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,63 LS dan 112,34 BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 57 km arah Tenggara Kabupaten Blitar, Jawa Timur pada kedalaman 110 km.

Dalam konferensi pers Dwikorita Karnawati Kepala BMKG menyampaikan bahwa  gempa bumi ini telah dianalisis dan mendapat hasil bahwa terjadi akibat subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjang dari bawah lempeng Eurasia. “Guncangan ini dirasakan kota Blitar V MMI dianan getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan bahwa gempa ini membuat beberapa kerusakan ringan yang juga dirasakan beberapa wilayah seperti Karangkates, Sawahan, Ngajuk, Lumajang, Tulungagung, Malang dengan intensitas IV MMI dimana dirasakan oleh orang banyak dalam rumah. Sedangkan,  Madiun, Banyuwangi, Pasuruan, Ponorogo, Mataram, Trenggalek, Pacitan, Bantul, Sleman, Kulonprogo, Pacitan, Kuta, Denpasar, Gianyar, Lombok Barat, Ngawi, Tabanan, Jembrana dengan intensitas III MMI  yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan truk berlalu.  “Untuk wilayah Mojokerto, Sidoarjo, Kediri, Magelang, Cilacap, Pasuruan, Wonogiri, Klaten, Lombok Tengah, Surabaya, Purworejo, Karangasem dengan intensitas II MMI dengan getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang,” jelasnya.

Kepala BMKG ini menghimbau para masyarakat untuk tetap tennag dan tidak terpengaruh terhadap isu yang tidak akurat serta tidak bisa dipertanggung jawabkan. “Pastikan hanya menerima informasi resmi yang bersumber dari BMKG dimana telah terverifikasi. Entah itu twitter, Instagram, Mobile Apps BMKG (IOS dan Android), web BMKG (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id),” sebutnya.

Ia juga menghimbau kepada para pemerintah daerah yang berada di pesisir Jawa ataupun provinis yang melintasi Selatan Jawa perlu memwaspadai terhadap peningkatan aktivitas gempa yang signifikan dalam tahun 2021 ini. “Kami mohon untuk segera melakukan pemeriksaan konstruksi-konstruksi bangunan di wilayah pesisir Jawa apakah sudah sesuai standart bangunan tahan gempa. Kami juga meminta untuk pemerintah memberikan sarana dan prasarana bagi masyarakat serta sosialisasi tentang evakuasi mandiri,” himbaunya.

Ia mengaku bahwa dalam tahun ini baru memasuki bulan ke lima dan dibandingkan dengan tahun lalu terjadi peningkatan yang signifikan terkait gempa bumi. “Ini bukan data rahasia melainkan data yang harus diketahui oleh masyarakat untuk juga mengantisipasi adanya peningkatan gempa dnegan kekuatan melampaui enam secara berulang kali bisa saja berpotensi gempa,” ungkapnya (Fr).