
Surabaya, (DOC) – Runner-Up Raka Jawa Timur sekaligus mantan Cak Surabaya, Tio Ferdian Rahmana, akhirnya buka suara terkait kabar viral yang menyeret namanya. Tio diterpa isu dugaan meminta seorang wanita mengugurkan kandungannya yang berusia 12 minggu ke Singapura.
Lewat pernyataan resminya, Tio menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan dan perhatian publik yang tersedot akibat berita yang tengah beredar.
“Yang pertama yang saya ucapkan adalah saya memohon maaf atas kegaduhan yang sudah terjadi dan juga berita viral yang sedang booming sekarang,” ujar Tio, Kamis (13/8/2026).
Menanggapi kabar mengenai peristiwa awal yang memicu dinamika tersebut, Tio menegaskan tidak ada unsur paksaan atau penolakan dari pihak bersangkutan saat peristiwa terjadi. Menurut pandangannya, hal tersebut berlangsung atas kesepakatan bersama.
“Selama peristiwa tersebut itu tidak ada penolakan atau ketidaksepakatan, karena itu terjadi ketika malam hari dan saya juga menanyakan kepada yang bersangkutan. Katanya ‘terserah’, dan akhirnya di situ tidak ada ketidaksepakatan atau pemberontakan. Saya anggap itu fair dan kesepakatan bersama,” jelasnya.
Terkait kabar yang menyebut dirinya mengarahkan sang wanita untuk melakukan aborsi di Singapura, Tio mengklarifikasi bahwa respons tersebut murni dipicu oleh rasa panik (panic attack).
Ia membantah berniat mengarahkan ke tindakan ilegal yang membahayakan kesehatan, serta mengklaim memiliki bukti bahwa dirinya sempat menawarkan opsi pernikahan. Tio menegaskan tidak bermaksud mengarahkan pada tindakan yang melanggar hukum dan membahayakan kesehatan.
Saat ditanya apakah sempat menawarkan pernikahan sebelum opsi tersebut muncul, Tio membenarkan. “Sangat menawarkan juga, saya juga ada buktinya,” jelasnya.
Tio mengaku telah menemui pihak wanita di Wonogiri untuk membicarakan langkah ke depan, termasuk bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan/pemulihan kesehatan korban hingga sembuh total.
Ia menambahkan, berita yang beredar saat ini cenderung hanya menampilkan sudut pandang dari satu pihak, meski ia menyadari dan mengakui dirinya tetap berada di posisi yang salah.
Menanggapi langkah tegas dari Pemerintah Kota Surabaya serta organisasi terkait yang telah memanggil dan mencopot gelarnya sebagai Cak Surabaya maupun Runner-Up Raka Jawa Timur, Tio menyatakan membenarkan adanya pemanggilan tersebut dan siap menerima konsekuensinya.
“Kalau dari saya pribadi, saya legowo dengan hasil tersebut. Karena bagaimanapun itu adalah hal yang tidak dibenarkan. Saya tidak ingin menyenggol dua instansi atau organisasi yang sudah pernah saya timba ilmunya. Saya legowo dan fokus ke depan,” tegasnya.
Meskipun sebelumnya sempat mengisyaratkan memiliki bukti-bukti yang siap dibawa ke jalur hukum, Tio mengonfirmasi bahwa setelah berdiskusi dengan keluarga dan pihak bersangkutan, permasalahan ini akan diselesaikan secara damai.
“Saya dan juga keluarga sudah diskusi juga, berkomunikasi untuk hal ini. Saya juga sudah diskusi dengan yang bersangkutan kami akan menyelesaikan secara kekeluargaan dan tidak akan memperpanjang,” pungkasnya.





