Lumajang,(DOC) – Pemerintah Kabupaten Lumajang memperkuat komitmen untuk menempatkan koperasi dan UMKM sebagai motor utama ekonomi rakyat. Pemkab menilai sektor ini paling tangguh menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau Bunda Indah, menegaskan hal tersebut saat membuka Musda Dekopinda di Pendopo Arya Wiraraja, Kamis (31/4/2026). Ia memandang koperasi sebagai benteng pertahanan ekonomi lokal, bukan sekadar organisasi biasa.
“Koperasi dan UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Sektor ini harus semakin kuat, modern, dan mampu beradaptasi di tengah tantangan global,” ujar Bunda Indah.
Bunda Indah menekankan bahwa perubahan ekonomi yang cepat menuntut pelaku usaha melakukan transformasi total. Pelaku UMKM wajib merambah teknologi digital dan memperbaiki tata kelola usaha daripada sekadar bertahan dengan cara lama.
Untuk mewujudkannya, Pemkab Lumajang memetakan empat fokus strategis agar pelaku usaha segera “naik kelas”:
- Percepatan Digitalisasi: Pemerintah mendorong pelaku usaha menggunakan marketplace, e-commerce, dan pembayaran non-tunai agar produk Lumajang menembus pasar internasional.
- Perluasan Akses Modal: Pemkab mengoptimalkan penyaluran KUR dan dana bergulir melalui kolaborasi dengan lembaga keuangan.
- Peningkatan Kapasitas SDM: Pemkab menggalakkan pelatihan manajemen, pengemasan, serta pengurusan sertifikasi halal dan SNI untuk menjaga kualitas produk.
- Penguatan Jaringan: Pemerintah membuka akses ke rantai pasok industri dan memfasilitasi partisipasi dalam pameran bergengsi.
Bunda Indah menambahkan bahwa kemampuan beradaptasi menjadi kunci agar koperasi mampu bersaing di pasar terbuka. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah dan kreativitas pelaku usaha harus berjalan beriringan.
Pemkab Lumajang optimis bahwa penguatan empat pilar ini akan melahirkan motor penggerak ekonomi yang inovatif dan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus memperkokoh fondasi ekonomi kerakyatan di seluruh wilayah Lumajang.(r7)





