Bupati Tantri Sambangi Batik Ronggo Mukti

Tidak ada komentar 37 views

Probolinggo,(DOC) – Momentum peringatan Hari Batik Nasional tahun 2018 dimanfaatkan oleh Bupati Probolinggo, Hj. P. Tantriana Sari, SE dengan mengunjungi sentra Batik Ronggo Mukti di Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan, Selasa(2/10/2019) siang. 

Kedatangan orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo ini disambut oleh owner Batik Ronggo Mukti Mahrus Ali didampingi oleh Camat Kraksaan Edy Suryanto dan Lurah Sidomukti Syamsul Arifin. 

Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo, perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo. 

Selain melihat-lihat produk batik yang dihasilkan oleh Batik Ronggo Mukti, dalam kesempatan tersebut Bupati Tantri juga berkesempatan mencanting batik dengan dipandu oleh Mahrus Ali. 

Bupati Tantri menyampaikan sejak 5 (lima) tahun periode sebelumnya pihaknya telah berkomitmen bersama-sama mengembangkan batik di Kabupaten Probolinggo. 

Ternyata upaya ini mendapatkan dukungan dan support dari semua rakyat Kabupaten Probolinggo yang belum mempunyai batik khas. 

“Alhamdulillah sampai dengan tahun 2018 ini telah berdiri sebanyak 13 UKM dan IKM pengrajin batik, salah satunya adalah Batik Ronggo Mukti. Saya ingin mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk kreatif memanfaatkan dan mengolah bagaimana ekonomi kreatif, dalam hal ini salah satunya adalah batik dan turunannya ada penguatan kualitas dan kuantitasnya,” katanya. 

Ke depan Bupati Tantri akan mendorong warga masyarakat Kabupaten Probolinggo khususnya para anak muda untuk mengolah dan membidik bisnis fashion baju batik. “Kembali lagi saya ingin mengajak masyarakat untuk memperjuangkan bersama-sama salah satunya dari batik ini. Bagaimana batik menjadi senjata perang ekonomi melawan perdagangan tekstil khususnya dari luar negeri seperti Cina dan lain sebagainya,” tegasnya.

Bupati Tantri menyampaikan bahwa batik merupakan warisan budaya yang sudah secara resmi ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya. Tentunya ini manfaatnya akan sangat banyak dan mempunyai multi player efek yang luar biasa. Budayanya dapat dari sisi pengembangan ekonomi dan penguatan ekonominya juga dapat dan lain sebagainya, termasuk tentunya bagaimana kita semuanya dan khususnya para generasi muda mencintai batik. 

“Tahun lalu saya menantang para pengrajin batik untuk berani mulai belajar memproduksi massal. Salah satu caranya saya ingin memulai menyeragamkan siswa dan siswi setingkat SD dan SMP untuk berseragam batik. Tentunya sebagai daya dukung kami kepada 13 UKM dan IKM batik. Minimal harus memesan pada IKM batik yang ada di Kabupaten Probolinggo. Manakala ini terealisasi maksimal di tahun ajaran 2019 esok tentunya ini memberikan manfaat yang luar biasa bagi perekonomian di Kabupaten Probolinggo,” terangnya.

Lebih lanjut Bupati Tantri mencontohkan Batik Ronggo Mukti yang mulai meniti karir pada tahun 2015 lalu. Dimana waktu awal membuat, produk batiknya masih belum bagus. Tetapi hal itu masih bisa dimaklumi karena memang masih awal belajar. 

“Alhamdulillah setelah 3 tahun IKM Ronggo Mukti ini telah mampu menghasilkan sesuatu yang jauh lebih berkualitas dan yang lebih menyenangkan hati saya sudah ada minimal 29 orang tetangga kanan kirinya yang kecipratan rezeki dengan masuk pada bisnis batik ini,” tegasnya.

Bupati Tantri mengharapkan UKM dan IKM batik di Kabupaten Probolinggo terus mengembangkan batiknya karena menjadi sesuatu bisnis yang menjanjikan.

“Pemerintah Daerah tentunya akan terus berkomitmen untuk mendukung semua IKM-IKM, tidak hanya batik untuk bersama-sama membesarkan mulai dari pembinaan, pemasaran dan pasca produksi,” ungkapnya.

Banyaknya motif batik yang diklaim oleh daerah lain membuat Bupati Tantri akan berupaya dalam kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan sudah ada hak paten batik khas Kabupaten Probolinggo. 

“Ini memang menjadi sebuah PR ke depan. Saya menginginkan ada hak paten bagi batik di Kabupaten Probolinggo. Sehingga manakala ada hak paten itu tentunya akan lebih mudah mengenalinya. Disamping untuk diwariskan pada generasi selanjutnya di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.(mam/r7)